Kapolri Beri Dukungan kepada Personel Polresta Palangka Raya Terserang ISPA Saat Padamkan Karhutla: Dedikasi Tinggi, Kesehatan Tetap Prioritas

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka raya // mabestv.com – Kepedulian terhadap keselamatan personel kembali ditunjukkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., dengan memberikan dukungan langsung kepada Iptu M. Agus Setiawan, Kanit Patroli Samapta Polresta Palangka Raya, yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga kehilangan suara akibat paparan asap saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (22/10/2026)

Melalui sambungan telepon, Kapolri menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian Iptu Agus beserta seluruh personel yang berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Di tengah kondisi lingkungan yang dipenuhi asap, para personel tetap berupaya menjalankan tugas demi melindungi masyarakat dan mencegah dampak karhutla semakin meluas.

Namun, di balik semangat pengabdian tersebut, terdapat risiko kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan. Paparan asap karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan, terlebih bagi personel yang harus bekerja dalam waktu lama di sekitar lokasi kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi yang dialami Iptu Agus menjadi pengingat bahwa perjuangan di lapangan tidak hanya menuntut keberanian dan ketangguhan, tetapi juga perlindungan kesehatan serta keselamatan personel.

Kapolri Apresiasi Dedikasi Personel, Ingatkan Pentingnya Kesehatan

Dalam komunikasi tersebut, Kapolri mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat Iptu Agus yang tetap menunjukkan kepedulian terhadap tugas meskipun kondisi fisiknya sedang terganggu.

Kapolri juga mengingatkan agar Iptu Agus tidak memaksakan diri dan segera mendapatkan penanganan medis apabila kondisi kesehatannya memburuk.

“Saya sebagai Kapolri, ikut bangga. Anda punya semangat yang luar biasa. Semoga ini menjadi ibadah dan juga tentunya akan membawa perubahan, terutama dalam memadamkan api di sana. Tapi tetap jaga kesehatan ya Pak ya, itu yang pertama. Kalau Bapak merasa sudah agak berat, jangan sampai terlambat datang ke rumah sakit untuk juga berobat ya,” tutur Kapolri.

Pesan tersebut menegaskan bahwa penghargaan terhadap dedikasi anggota harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan mereka.

Baca Juga:  Diduga Hampir Dua Tahun Laporan Belum Jelas, Kuasa Hukum Desak Kapolrestabes Medan hingga Kapolri Turun Tangan

Bagi personel yang bertugas di lokasi karhutla, menjaga kondisi fisik bukan sekadar kebutuhan pribadi, melainkan bagian penting dari kesiapan menjalankan tugas secara profesional.

Dokter Sarankan Istirahat, Semangat Pengabdian Tetap Tinggi

Meski dokter telah merekomendasikan istirahat selama satu minggu, Iptu M. Agus Setiawan mengaku masih ingin membantu rekan-rekannya dalam penanganan karhutla selama kondisi fisiknya memungkinkan.

Sikap tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan tanggung jawab yang tinggi di kalangan personel kepolisian. Namun, keinginan untuk terus mengabdi tetap perlu mempertimbangkan rekomendasi medis agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk.

Dalam situasi seperti ini, pemulihan kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan institusi. Personel yang sehat dan siap secara fisik akan lebih mampu menjalankan tugas secara efektif serta meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan saat bertugas.

Karena itu, dukungan terhadap personel yang terdampak asap perlu diwujudkan melalui pemantauan kesehatan, penanganan medis yang tepat, penggunaan alat pelindung diri sesuai standar, serta pengaturan tugas dan waktu istirahat yang memadai.

Karhutla Bukan Hanya Ancaman Lingkungan, tetapi Juga Keselamatan Petugas

Penanganan karhutla merupakan tugas berisiko tinggi yang membutuhkan kesiapan personel, peralatan memadai, koordinasi lintas instansi, dan perlindungan kesehatan yang serius.

Selain mengancam lingkungan, kebakaran hutan dan lahan juga menimbulkan persoalan kesehatan akibat asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan petugas yang berada di garis depan pemadaman.

Pengalaman Iptu Agus menunjukkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak semestinya hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dipadamkan atau cepatnya api dikendalikan. Keselamatan personel yang menjalankan tugas juga harus menjadi bagian penting dari evaluasi dan penentuan langkah penanganan.

Semangat pengabdian memang patut diapresiasi, tetapi pengorbanan anggota tidak boleh membuat risiko kesehatan dianggap sebagai hal biasa. Perlindungan terhadap personel harus menjadi prioritas agar tugas kemanusiaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Divisi Humas Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Nias Turun Langsung Temui Warga, Serap Aspirasi dan Tegaskan Perang terhadap Narkoba
Kapolres Nias Terima Kunjungan Pimpinan Bank Sumut Gunungsitoli, Perkuat Sinergi dan Kemitraan Antarinstansi
Polres Nias Gandeng RRI Gunungsitoli Sosialisasikan Layanan Polisi 110, Masyarakat Diminta Tak Ragu Melapor
Polda Sumut Bongkar Dugaan Judi Online Berjaringan Kamboja di Medan, Lima Orang Ditangkap
Polres Nias Selatan Amankan Pria Berinisial T, 10 Paket Diduga Sabu Disita! Keterkaitan dengan Tiga DPO Didalami
Presiden Prabowo Bahas Rekomendasi DEN: Digitalisasi Bansos, MBG, Hilirisasi, hingga Antisipasi Krisis Pangan Jadi Sorotan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Wakapolda, Brigjen Pol. Latif Usman Resmi Gantikan Ari Wahyu Widodo
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Gelar Donor Darah, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kemanusiaan
Berita ini 7 kali dibaca
Dukungan Kapolri kepada Iptu M. Agus Setiawan menjadi bentuk perhatian terhadap personel Polri yang menghadapi risiko kesehatan saat menjalankan tugas memadamkan karhutla. Dedikasi dan keberanian para petugas patut mendapat penghargaan, tetapi keselamatan mereka juga harus menjadi perhatian utama. Pengabdian tidak berarti harus mengabaikan kesehatan. Semangat memadamkan api harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai, penanganan medis tepat waktu, dan kepatuhan terhadap rekomendasi dokter. Sebab, melindungi masyarakat merupakan tugas mulia, dan memastikan para petugas tetap sehat serta selamat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan tugas tersebut.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Kapolri Beri Dukungan kepada Personel Polresta Palangka Raya Terserang ISPA Saat Padamkan Karhutla: Dedikasi Tinggi, Kesehatan Tetap Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolres Nias Turun Langsung Temui Warga, Serap Aspirasi dan Tegaskan Perang terhadap Narkoba

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Kapolres Nias Terima Kunjungan Pimpinan Bank Sumut Gunungsitoli, Perkuat Sinergi dan Kemitraan Antarinstansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Polres Nias Gandeng RRI Gunungsitoli Sosialisasikan Layanan Polisi 110, Masyarakat Diminta Tak Ragu Melapor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Polres Nias Selatan Amankan Pria Berinisial T, 10 Paket Diduga Sabu Disita! Keterkaitan dengan Tiga DPO Didalami

Berita Terbaru