Nias selatan // mabestv.com — Perselisihan yang diduga bermula dari pertandingan futsal berujung keributan hingga aksi saling pukul di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Sebanyak 30 pemuda bersama 16 unit sepeda motor diamankan personel Polres Nias Selatan, Kamis malam (15/10/2026), guna mencegah situasi berkembang menjadi tawuran yang lebih besar.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bahwa perselisihan di kalangan generasi muda, apabila dibiarkan berkembang menjadi saling ejek dan provokasi, dapat berubah menjadi gangguan keamanan yang membahayakan diri sendiri maupun masyarakat sekitar.
Berawal dari Keributan, Polisi Bergerak Cepat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keributan terungkap ketika Kasat Intelkam Polres Nias Selatan, AKP Yafao N. Lase, S.I.P., melintas di sekitar kawasan dermaga dan melihat sekelompok pemuda berkumpul dalam jumlah cukup banyak.
Merasa situasi tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ia mendekati lokasi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Dari pemantauan awal, diketahui adanya perselisihan antarpemuda yang berpotensi memicu bentrokan.
Saat sekelompok pemuda bergerak menuju kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Kasat Intelkam segera menghubungi Call Center Polri 110 untuk meminta bantuan personel.
Personel piket fungsi Polres Nias Selatan kemudian bergerak ke lokasi guna mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus menghindari jatuhnya korban lebih banyak.
Diduga Dipicu Ketidakpuasan Hasil Pertandingan
Berdasarkan informasi awal, keributan diduga berawal dari pertandingan futsal. Salah satu tim disebut tidak menerima hasil pertandingan, sehingga perselisihan berkembang menjadi cekcok, saling ejek, dan provokasi.
Situasi yang semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru diduga berlanjut menjadi aksi kejar-kejaran hingga saling pukul.
Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka memar pada pipi sebelah kiri. Polisi masih mendalami penyebab luka serta peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.
Sebanyak 30 pemuda dan 16 unit sepeda motor selanjutnya dibawa ke Polres Nias Selatan untuk menjalani pendataan dan dimintai keterangan guna mengungkap kronologi kejadian secara lebih jelas.
Keluarga Dipanggil, Pemuda Diminta Tidak Mengulangi Perbuatan
Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Surat tersebut diketahui oleh pihak keluarga sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan serta pengawasan di lingkungan keluarga.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi para pemuda untuk menyadari bahwa perbedaan pendapat dan ketidakpuasan dalam pertandingan tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan.
Polres Nias Selatan mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar tidak mudah terpancing emosi, saling mengejek, ataupun terprovokasi oleh pihak lain. Setiap perselisihan hendaknya diselesaikan secara dewasa, tanpa kekerasan dan tanpa tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Orang tua, tokoh masyarakat, serta lingkungan pergaulan juga memiliki peran penting dalam mengawasi dan membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku yang mengganggu ketertiban umum.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sportivitas tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Kekalahan maupun ketidakpuasan seharusnya diterima dengan kedewasaan, bukan dibalas dengan ancaman, kejar-kejaran, atau aksi saling pukul.
Keamanan dan ketertiban di Teluk Dalam bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Jangan sampai persoalan yang berawal dari lapangan futsal justru berakhir dengan luka, persoalan hukum, dan penyesalan.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Humas Polres Nias Selatan















