Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias selatan // mabestv.com — Perselisihan yang diduga bermula dari pertandingan futsal berujung keributan hingga aksi saling pukul di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Sebanyak 30 pemuda bersama 16 unit sepeda motor diamankan personel Polres Nias Selatan, Kamis malam (15/10/2026), guna mencegah situasi berkembang menjadi tawuran yang lebih besar.

Peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bahwa perselisihan di kalangan generasi muda, apabila dibiarkan berkembang menjadi saling ejek dan provokasi, dapat berubah menjadi gangguan keamanan yang membahayakan diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

Berawal dari Keributan, Polisi Bergerak Cepat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keributan terungkap ketika Kasat Intelkam Polres Nias Selatan, AKP Yafao N. Lase, S.I.P., melintas di sekitar kawasan dermaga dan melihat sekelompok pemuda berkumpul dalam jumlah cukup banyak.

Merasa situasi tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ia mendekati lokasi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Dari pemantauan awal, diketahui adanya perselisihan antarpemuda yang berpotensi memicu bentrokan.

Saat sekelompok pemuda bergerak menuju kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Kasat Intelkam segera menghubungi Call Center Polri 110 untuk meminta bantuan personel.

Personel piket fungsi Polres Nias Selatan kemudian bergerak ke lokasi guna mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus menghindari jatuhnya korban lebih banyak.

Diduga Dipicu Ketidakpuasan Hasil Pertandingan

Berdasarkan informasi awal, keributan diduga berawal dari pertandingan futsal. Salah satu tim disebut tidak menerima hasil pertandingan, sehingga perselisihan berkembang menjadi cekcok, saling ejek, dan provokasi.

Situasi yang semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru diduga berlanjut menjadi aksi kejar-kejaran hingga saling pukul.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Muara Pantun Desak PT EMAS Buka Data Pembebasan Lahan, Dugaan Ketidakjelasan Ganti Rugi Mencuat

Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka memar pada pipi sebelah kiri. Polisi masih mendalami penyebab luka serta peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Sebanyak 30 pemuda dan 16 unit sepeda motor selanjutnya dibawa ke Polres Nias Selatan untuk menjalani pendataan dan dimintai keterangan guna mengungkap kronologi kejadian secara lebih jelas.

Keluarga Dipanggil, Pemuda Diminta Tidak Mengulangi Perbuatan

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Surat tersebut diketahui oleh pihak keluarga sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan serta pengawasan di lingkungan keluarga.

Langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi para pemuda untuk menyadari bahwa perbedaan pendapat dan ketidakpuasan dalam pertandingan tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan.

Polres Nias Selatan mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar tidak mudah terpancing emosi, saling mengejek, ataupun terprovokasi oleh pihak lain. Setiap perselisihan hendaknya diselesaikan secara dewasa, tanpa kekerasan dan tanpa tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Orang tua, tokoh masyarakat, serta lingkungan pergaulan juga memiliki peran penting dalam mengawasi dan membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku yang mengganggu ketertiban umum.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sportivitas tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Kekalahan maupun ketidakpuasan seharusnya diterima dengan kedewasaan, bukan dibalas dengan ancaman, kejar-kejaran, atau aksi saling pukul.

Keamanan dan ketertiban di Teluk Dalam bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Jangan sampai persoalan yang berawal dari lapangan futsal justru berakhir dengan luka, persoalan hukum, dan penyesalan.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Humas Polres Nias Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUR di Bawah Rp100 Juta Diminta Jaminan Sertifikat Tanah, Nasabah Bank BRI Unit Diponegoro di Gunungsitoli Pertanyakan Implementasi Kebijakan Pemerintah
Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Nias Selatan Sambangi Pesantren Mutiara Cahaya Qolbu, Santri Diingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online
Dukung Program Prioritas Kapolda Sumut “SI HORAS”, Kapolres Nias Selatan Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Teluk Dalam
HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Salurkan Bansos kepada Warga, Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Masyarakat
Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega
Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas
Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!
Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Berita ini 19 kali dibaca
Insiden keributan antarpemuda di Teluk Dalam, Nias Selatan, yang diduga dipicu ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan futsal, menjadi peringatan bahwa emosi dan provokasi dapat mengubah perselisihan kecil menjadi aksi kekerasan. Langkah cepat Polres Nias Selatan mengamankan 30 pemuda dan 16 sepeda motor patut diapresiasi sebagai upaya menjaga keamanan dan mencegah bentrokan meluas. Namun, peristiwa ini juga menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda, pengawasan orang tua, serta penanaman nilai sportivitas. Menang atau kalah dalam pertandingan adalah hal biasa, tetapi kekerasan bukanlah jalan keluar. Semua pihak diharapkan mampu menahan diri, menghormati perbedaan, dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif di Kabupaten Nias Selatan.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:09 WIB

KUR di Bawah Rp100 Juta Diminta Jaminan Sertifikat Tanah, Nasabah Bank BRI Unit Diponegoro di Gunungsitoli Pertanyakan Implementasi Kebijakan Pemerintah

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Nias Selatan Sambangi Pesantren Mutiara Cahaya Qolbu, Santri Diingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Dukung Program Prioritas Kapolda Sumut “SI HORAS”, Kapolres Nias Selatan Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Teluk Dalam

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:14 WIB

HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Salurkan Bansos kepada Warga, Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega

Berita Terbaru