FORUM JUANG ONO NIHA DAN BPP-PKN KONSOLIDASI DI JAKARTA, SUARAKAN PERJUANGAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // mabestv.com — 16 mei 2026, Semangat perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias kembali digaungkan melalui pertemuan dan koordinasi antara Forum Juang Ono Niha bersama pengurus sekretariat Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) yang berlangsung di On3 Cafe Senayan, Jakarta, Jumat (15/05/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam suasana diskusi santai tersebut dihadiri mahasiswa, aktivis, dan pemuda asal Kepulauan Nias yang berdomisili di DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi gerakan bersama guna mendorong percepatan pencabutan moratorium pemekaran daerah serta memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias.

Dalam forum diskusi, para peserta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari koordinasi pelaksanaan Diskusi Publik Lintas Pemuda Nias Jakarta, pemahaman dasar terkait urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, hingga strategi memperkuat persatuan masyarakat dalam mendesak pemerintah pusat mencabut moratorium pemekaran daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi aktif dengan kepala daerah, Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, DPD RI, DPRD, tokoh masyarakat Nias di berbagai daerah, serta kementerian terkait lainnya agar perjuangan tersebut terus mendapat perhatian nasional.

Ketua Koordinator Forum Juang Ono Niha, April Julianus Daeli, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak boleh berhenti di tengah jalan. Menurutnya, Kepulauan Nias memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Perjuangan ini harus terus dilanjutkan karena Kepulauan Nias memiliki nilai strategis bagi ketahanan nasional dan kemajuan masyarakat. Kami juga melihat adanya dukungan dari berbagai tokoh Kepulauan Nias,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Renungan Syukur Berkat Lase yang menilai seluruh masyarakat Nias, baik di kampung halaman maupun perantauan, harus tetap konsisten mengambil bagian dalam mendesak pencabutan moratorium pemekaran daerah. Ia berharap pemerintah daerah dan panitia BPP-PKN dapat terus bekerja maksimal dalam memperkuat langkah perjuangan.

Sementara itu, Hendryk Ponsius Lombu menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memperkuat pengaruh gerakan pemuda kepada pemerintah pusat agar aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias segera mendapat perhatian serius dari Kementerian Dalam Negeri.

Dukungan juga datang dari Emon Wirawan Harefa yang menegaskan kesiapan pemuda Kepulauan Nias di Jakarta untuk mendukung penuh perjuangan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan moral dan semangat kepada generasi muda dalam mengawal cita-cita pembentukan provinsi baru.

Dalam kesempatan yang sama, Claresta Wau mengaku awalnya sempat meragukan urgensi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Namun setelah memahami kondisi ketertinggalan daerah saat ini, ia menilai pembentukan provinsi menjadi langkah penting demi masa depan masyarakat Nias.

“Melihat kondisi ketertinggalan Kepulauan Nias saat ini, pembentukan provinsi menjadi langkah penting dan serius untuk masa depan daerah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Prabowo Genjot Percepatan Perumahan Rakyat, Target 400 Ribu Unit Dikebut Tahun Ini

Tri Merry Zega turut menyampaikan dukungannya terhadap gerakan pemuda Nias di Jakarta dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya Kepulauan Nias menjadi provinsi tersendiri. Menurutnya, perjuangan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tanah leluhur sekaligus upaya menjaga eksistensi masyarakat asli Nias di masa depan.

Tokoh pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War atau yang akrab disapa Ko Hendra War, juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bergerak secara serentak mendesak pencabutan moratorium pemekaran daerah.

Ia memberikan apresiasi kepada Forum Juang Ono Niha atas inisiatifnya membangun persatuan pemuda demi memperkuat barisan perjuangan menuju terwujudnya Provinsi Kepulauan Nias.

“Persatuan pemuda dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam perjuangan ini. Kita harus bergerak bersama dan tetap konsisten mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” tegasnya.

Ketua Umum BPP-PKN, Mayjen TNI AD (Purn.) Drs. Kristian Zebua, M.M., menjelaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan untuk kepentingan kelompok maupun pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Nias.

Menurut Kristian Zebua, secara administratif maupun strategis nasional, Kepulauan Nias telah memenuhi syarat pembentukan daerah otonomi baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia menegaskan, melalui mekanisme bottom-up, Kepulauan Nias dinilai telah siap sejak tahun 2014 berdasarkan dukungan masyarakat, kesiapan wilayah, dan pemerintahan. Sedangkan melalui mekanisme top-down, Kepulauan Nias memiliki nilai strategis nasional sebagai wilayah kepulauan dan pulau terluar yang berperan penting menjaga kedaulatan NKRI.

“Kami dari panitia BPP-PKN sangat mengapresiasi inisiatif serta kesadaran para pemuda, aktivis, dan masyarakat, baik yang berada di Kepulauan Nias maupun di perantauan, yang mulai aktif mendesak pencabutan moratorium pemekaran daerah. Namun perjuangan ini harus tetap dijaga secara konsisten sampai benar-benar terealisasi,” tegas Kristian Zebua.

Pengurus BPP-PKN lainnya, Dr. Saroziduhu Zebua (A. Grace), turut mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga semangat persatuan dalam memperjuangkan pencabutan moratorium pemekaran daerah demi terwujudnya Provinsi Kepulauan Nias.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal BPP-PKN Jakarta, Fa’ahakhoʻdoʻdoʻ Maruhawa, S.E., M.M. (Mozes), menilai langkah paling penting saat ini adalah mendorong pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, segera mencabut moratorium pemekaran daerah.

“Mari terus kita bangun komunikasi yang efektif bagi sesama suku Nias agar aktif mengambil bagian dalam menyuarakan desakan pencabutan moratorium pemekaran daerah,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal yang semakin memperkuat solidaritas, komunikasi, dan konsolidasi pemuda serta masyarakat Nias, baik di kampung halaman maupun di perantauan, dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias secara berkelanjutan, terarah, dan bersatu.

Penulis : Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekan Indonesia Soroti Politik Ketakutan dalam Isu Virus Hanta, Edukasi Pencegahan Dinilai Lebih Penting
Diduga PHK Sepihak dan Upah Dipotong, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Gunungsitoli Dilaporkan ke Disnaker
Police Go To School di SMAN 11, Polsek Medan Tembung Tekankan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja
Konfercab III GMNI Sibolga Usai, Sarinah Lenawati Gulo Terpilih Nahkodai Organisasi
Diduga Ada Penyimpangan Dana Desa, Pj Kades Meafu Disomasi Kuasa Hukum
TOKOH PEMUDA NIAS DESAK PEMERINTAH PERCEPAT PEMBENTUKAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS
Diduga Etika Oknum ASN Dipertanyakan, Pemilik Bengkel di Gunungsitoli Merasa Dihina
Ketua Peradan Sumut Soroti Lambatnya Penanganan Kasus Pengeroyokan di Polres Asahan.
Berita ini 24 kali dibaca
Ketua Umum BPP-PKN, Mayjen TNI AD (Purn.) Drs. Kristian Zebua, M.M., menjelaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias bukan untuk kepentingan kelompok maupun pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Nias. Menurut Kristian Zebua, secara administratif maupun strategis nasional, Kepulauan Nias telah memenuhi syarat pembentukan daerah otonomi baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:41 WIB

Rekan Indonesia Soroti Politik Ketakutan dalam Isu Virus Hanta, Edukasi Pencegahan Dinilai Lebih Penting

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:29 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA DAN BPP-PKN KONSOLIDASI DI JAKARTA, SUARAKAN PERJUANGAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:50 WIB

Diduga PHK Sepihak dan Upah Dipotong, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Gunungsitoli Dilaporkan ke Disnaker

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:30 WIB

Police Go To School di SMAN 11, Polsek Medan Tembung Tekankan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WIB

Konfercab III GMNI Sibolga Usai, Sarinah Lenawati Gulo Terpilih Nahkodai Organisasi

Berita Terbaru