Peringati Hardiknas, GMNI Tapanuli Utara dan BEM KSI Sumut Gelar Seminar Nasional Pendidikan, Bupati Taput Jadi Keynote Speaker

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarutung // mabestv.com 08 mei 2026, Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tapanuli Utara bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Kristen Seluruh Indonesia (BEM KSI) Sumatera Utara untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah. Melalui Seminar Nasional Pendidikan bertema “Strategi Mempersiapkan SDM Berkualitas Demi Menyongsong Generasi Emas Tapanuli Utara 2045”, kedua organisasi mahasiswa tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih maju dan kompetitif. (07/05)

Kegiatan yang berlangsung di Tarutung itu berlangsung khidmat dan mendapat antusias tinggi dari para peserta. Kehadiran Bupati Tapanuli Utara sebagai keynote speaker menjadi sorotan utama dalam agenda tersebut. Kehadiran kepala daerah dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan intelektual mahasiswa serta penguatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Utara menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan inovasi dan gagasan untuk kemajuan pendidikan di Tapanuli Utara. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi demi terciptanya generasi emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga:  Halalbihalal Seskab Teddy: Tekankan Soliditas, Budaya Kerja, dan Kebersamaan Keluarga

Sementara itu, Koordinator Wilayah Sumatera Utara BEM KSI, Yosef Simanjuntak, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama GMNI Tapanuli Utara merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi saat ini.

Ia menilai tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, mulai dari kualitas tenaga pendidik, pemerataan akses pendidikan, hingga kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan global.

Senada dengan itu, Ketua Cabang GMNI Tapanuli Utara, Daniel Nababan, mengatakan seminar nasional tersebut bukan sekadar seremoni Hardiknas, melainkan wadah intelektual untuk melahirkan gagasan dan rekomendasi konkret bagi kemajuan dunia pendidikan di daerah.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menghasilkan pemikiran konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah maupun institusi pendidikan dalam meningkatkan literasi dan kualitas akses pendidikan masyarakat,” katanya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan tokoh organisasi mahasiswa yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari kurikulum masa depan, tantangan tenaga pendidik, hingga strategi menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Selain diikuti ratusan mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri tokoh pendidikan, praktisi, serta jajaran pimpinan institusi yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan gerakan pendidikan di Tapanuli Utara.

Penulis : Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Etika Oknum ASN Dipertanyakan, Pemilik Bengkel di Gunungsitoli Merasa Dihina
Ketua Peradan Sumut Soroti Lambatnya Penanganan Kasus Pengeroyokan di Polres Asahan.
Tokoh Pemuda Kepulauan Nias Desak Polsek Lolowau dan Polres Nias Selatan Segera Proses Laporan Warga
Laporan Warga Tak Kunjung Ditindak, Bungkamnya Polres Nias Selatan Tuai Sorotan Publik
Somel Kayu Milik Oknum Kades di Toba Disorot, Izin dan Pajak Dipertanyakan
Laporan Dugaan Pengolahan Kayu Ilegal di Toba Belum Diterima, Mariana br Sinurat Soroti SOP Polres Toba
Pembangunan Jembatan Modular di Nias Barat Capai 51,5 Persen, Personel TNI Tetap Bergerak di Tengah Hujan dan Keterbatasan Alat
Pembangunan Jembatan Modular di Nias Utara Capai 14,8 Persen, Terkendala Material dan Cuaca Ekstrem
Berita ini 16 kali dibaca
Peringatan Hardiknas yang digelar GMNI Tapanuli Utara bersama BEM KSI Sumut menjadi momentum penting membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan dunia pendidikan. Seminar nasional ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas bersama demi menyongsong Generasi Emas Tapanuli Utara 2045 yang unggul, kritis, dan berdaya saing.

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:29 WIB

Diduga Etika Oknum ASN Dipertanyakan, Pemilik Bengkel di Gunungsitoli Merasa Dihina

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:41 WIB

Ketua Peradan Sumut Soroti Lambatnya Penanganan Kasus Pengeroyokan di Polres Asahan.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:44 WIB

Tokoh Pemuda Kepulauan Nias Desak Polsek Lolowau dan Polres Nias Selatan Segera Proses Laporan Warga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:44 WIB

Laporan Warga Tak Kunjung Ditindak, Bungkamnya Polres Nias Selatan Tuai Sorotan Publik

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Somel Kayu Milik Oknum Kades di Toba Disorot, Izin dan Pajak Dipertanyakan

Berita Terbaru