Diduga Etika Oknum ASN Dipertanyakan, Pemilik Bengkel di Gunungsitoli Merasa Dihina

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // mabestv.com10 mei 2026, Sikap seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial GH di Kota Gunungsitoli menuai sorotan publik setelah diduga menunjukkan perilaku tidak beretika terhadap pemilik usaha servis elektronik di Desa Miga. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 09.00 WIB saat GH mendatangi bengkel untuk mengambil barang elektronik yang masih dalam proses pengerjaan.

Menurut keterangan pemilik bengkel, sebelumnya pada Kamis sore (07/05/2026) sekitar pukul 17.25 WIB telah terjadi komunikasi melalui WhatsApp terkait penyelesaian barang servis. Pemilik bengkel mengaku sudah menjelaskan bahwa barang tersebut akan disiapkan pada Sabtu sore sesuai kesepakatan.

Namun, sekitar 30 menit setelah percakapan itu, GH bersama istrinya disebut mendatangi bengkel dan langsung memarahi pihak bengkel. Istri GH bahkan disebut merekam video sambil melontarkan nada tinggi kepada istri pemilik usaha servis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah bilang jangan sembarang memvideokan dan memarahi saya. Saya tidak punya urusan dengan kalian dan sebelumnya pun tidak kenal,” ungkap istri pemilik bengkel.

Ketegangan kembali terjadi pada Sabtu pagi saat GH datang menggunakan mobil berwarna putih dan memaksa mengambil barang yang masih dibongkar untuk diperbaiki. Pemilik bengkel telah meminta tambahan waktu hingga sore hari karena proses servis belum selesai. Namun, GH disebut tetap ngotot sehingga terjadi adu mulut di lokasi.

Situasi semakin memanas ketika istri pemilik bengkel datang dan menyarankan agar barang diambil sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itulah GH diduga melontarkan permintaan yang dinilai tidak pantas kepada istri pemilik bengkel.

Baca Juga:  Presiden Perketat Pengawasan Aliran Dana, Transparansi Keuangan Negara Jadi Sorotan Utama

“Cas aku dulu kak,” ucap GH sebagaimana ditirukan pihak bengkel.

Ucapan tersebut langsung ditegur keras oleh pemilik bengkel yang merasa perkataan itu telah melewati batas kesopanan. Meski telah diperingatkan, GH disebut tetap mengulang permintaannya sebelum akhirnya pergi dan berjanji kembali siang hari.

Merasa harga dirinya dan kehormatan keluarganya direndahkan, pemilik bengkel kemudian mengirim pesan WhatsApp meminta penjelasan atas maksud ucapan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, GH disebut tidak memberikan klarifikasi dan nomor kontak pemilik bengkel diduga telah diblokir.

Masyarakat sekitar menilai tindakan tersebut bertentangan dengan norma sosial dan adat istiadat masyarakat Nias atau hukum Ononiha yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan etika dalam berinteraksi. Dalam adat Nias, tindakan atau ucapan yang dinilai melecehkan perempuan yang telah bersuami dianggap sebagai pelanggaran berat dan sangat tidak pantas dilakukan, terlebih oleh seorang ASN.

“Seorang abdi negara seharusnya menjadi contoh dalam menjaga etika dan sopan santun di tengah masyarakat. Kalau benar seperti itu yang terjadi, tentu sangat disayangkan,” ujar salah seorang warga setempat.

Pemilik bengkel berharap instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap perilaku oknum ASN tersebut agar tidak mencoreng citra aparatur pemerintah di mata masyarakat.

“Kami tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Dalam adat Nias hal seperti ini sangat fatal. Apalagi dilakukan oleh seorang ASN yang seharusnya memahami etika dan menjaga sikap,” tegas pemilik bengkel dengan nada kecewa.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 576 kali dibaca
Kasus dugaan perilaku tidak sopan yang dilakukan oknum ASN berinisial GH terhadap pemilik bengkel servis elektronik di Desa Miga, Gunungsitoli, memicu kecaman masyarakat karena dinilai melanggar etika, norma kesopanan, serta adat istiadat Nias atau hukum Ononiha. Tindakan dan ucapan GH dianggap telah merendahkan kehormatan keluarga pemilik bengkel, terlebih statusnya sebagai aparatur sipil negara yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat. Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pembinaan dan penegakan disiplin terhadap oknum ASN tersebut agar kejadian serupa tidak kembali mencoreng marwah pelayanan publik dan nilai budaya lokal.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru