Gunungsitoli // mabestv.com — 10 mei 2026, Sikap seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial GH di Kota Gunungsitoli menuai sorotan publik setelah diduga menunjukkan perilaku tidak beretika terhadap pemilik usaha servis elektronik di Desa Miga. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 09.00 WIB saat GH mendatangi bengkel untuk mengambil barang elektronik yang masih dalam proses pengerjaan.
Menurut keterangan pemilik bengkel, sebelumnya pada Kamis sore (07/05/2026) sekitar pukul 17.25 WIB telah terjadi komunikasi melalui WhatsApp terkait penyelesaian barang servis. Pemilik bengkel mengaku sudah menjelaskan bahwa barang tersebut akan disiapkan pada Sabtu sore sesuai kesepakatan.
Namun, sekitar 30 menit setelah percakapan itu, GH bersama istrinya disebut mendatangi bengkel dan langsung memarahi pihak bengkel. Istri GH bahkan disebut merekam video sambil melontarkan nada tinggi kepada istri pemilik usaha servis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sudah bilang jangan sembarang memvideokan dan memarahi saya. Saya tidak punya urusan dengan kalian dan sebelumnya pun tidak kenal,” ungkap istri pemilik bengkel.
Ketegangan kembali terjadi pada Sabtu pagi saat GH datang menggunakan mobil berwarna putih dan memaksa mengambil barang yang masih dibongkar untuk diperbaiki. Pemilik bengkel telah meminta tambahan waktu hingga sore hari karena proses servis belum selesai. Namun, GH disebut tetap ngotot sehingga terjadi adu mulut di lokasi.
Situasi semakin memanas ketika istri pemilik bengkel datang dan menyarankan agar barang diambil sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itulah GH diduga melontarkan permintaan yang dinilai tidak pantas kepada istri pemilik bengkel.
“Cas aku dulu kak,” ucap GH sebagaimana ditirukan pihak bengkel.
Ucapan tersebut langsung ditegur keras oleh pemilik bengkel yang merasa perkataan itu telah melewati batas kesopanan. Meski telah diperingatkan, GH disebut tetap mengulang permintaannya sebelum akhirnya pergi dan berjanji kembali siang hari.
Merasa harga dirinya dan kehormatan keluarganya direndahkan, pemilik bengkel kemudian mengirim pesan WhatsApp meminta penjelasan atas maksud ucapan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, GH disebut tidak memberikan klarifikasi dan nomor kontak pemilik bengkel diduga telah diblokir.
Masyarakat sekitar menilai tindakan tersebut bertentangan dengan norma sosial dan adat istiadat masyarakat Nias atau hukum Ononiha yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan etika dalam berinteraksi. Dalam adat Nias, tindakan atau ucapan yang dinilai melecehkan perempuan yang telah bersuami dianggap sebagai pelanggaran berat dan sangat tidak pantas dilakukan, terlebih oleh seorang ASN.
“Seorang abdi negara seharusnya menjadi contoh dalam menjaga etika dan sopan santun di tengah masyarakat. Kalau benar seperti itu yang terjadi, tentu sangat disayangkan,” ujar salah seorang warga setempat.
Pemilik bengkel berharap instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap perilaku oknum ASN tersebut agar tidak mencoreng citra aparatur pemerintah di mata masyarakat.
“Kami tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Dalam adat Nias hal seperti ini sangat fatal. Apalagi dilakukan oleh seorang ASN yang seharusnya memahami etika dan menjaga sikap,” tegas pemilik bengkel dengan nada kecewa.
Penulis : Tim/red
Editor : Redaksi














