Gunungsitoli // mabestv.com — Kinerja Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Gunungsitoli kembali menjadi sorotan. Pekerjaan pemeliharaan jalan di wilayah Desa Onozitoli, Kecamatan Gunungsitoli, tepatnya di sekitar Gang Hiliwaele, yang dikerjakan pada Mei 2026, diduga tidak memenuhi standar teknis sebagaimana mestinya. (18/08/2026)
Sorotan tersebut muncul setelah ditemukan kondisi pekerjaan yang diduga dilakukan tanpa proses pembersihan permukaan jalan secara optimal. Rumput masih terlihat di sejumlah bagian, sementara genangan air dan lubang pada badan jalan disebut langsung ditangani dengan pengaspalan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan pemeliharaan jalan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUTR, khususnya Bidang Bina Marga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mabestv.com kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kota Gunungsitoli, Ir. WAH, ST.
Dalam keterangannya melalui WhatsApp, Inisial “WAH” membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan paket pemeliharaan jalan dalam kota yang dilaksanakan pada bulan sebelumnya.
“Benar, pekerjaan tersebut merupakan paket pemeliharaan jalan dalam kota yang telah dilaksanakan bulan lalu.”
Ia juga mengakui adanya bagian pekerjaan yang terlihat belum dibersihkan dan menyatakan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi.
“Dari foto yang disampaikan terlihat masih terdapat bagian yang belum dibersihkan. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi kami. Pada prinsipnya, setiap pekerjaan harus memenuhi spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, penyedia jasa akan diminta melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.”
Pernyataan tersebut seharusnya menjadi komitmen untuk segera melakukan evaluasi di lapangan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, evaluasi maupun perbaikan sebagaimana yang disampaikan tersebut disebut belum terlihat direalisasikan.
Janji evaluasi tanpa tindak lanjut justru berpotensi menimbulkan pertanyaan baru. Apalagi, pekerjaan pemeliharaan jalan menggunakan anggaran pemerintah yang pada akhirnya bersumber dari uang rakyat. Kualitas pekerjaan semestinya tidak hanya berhenti pada pengakuan adanya kekurangan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan.
Diduga Tak Sejalan dengan Semangat “Gunungsitoli Hebat”
Sejumlah masyarakat menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Gunungsitoli. Infrastruktur jalan merupakan salah satu sektor yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah.
Jika pekerjaan pemeliharaan dilakukan tanpa persiapan teknis yang memadai, maka kualitas hasil pekerjaan dan umur layanan jalan patut dipertanyakan.
Masyarakat pun meminta Wali Kota Gunungsitoli tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat yang bertanggung jawab di bidang Bina Marga.
Permintaan evaluasi itu bukan semata-mata persoalan pergantian jabatan, melainkan sebagai bentuk dorongan agar setiap pejabat teknis benar-benar mampu memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai spesifikasi, kontrak, ketentuan pengadaan, serta kepentingan masyarakat.
Riwayat lama kembali disorot, sorotan terhadap berinisial “WAH” juga dikaitkan dengan persoalan yang disebut pernah terjadi pada 2018, ketika dirinya masih menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada redaksi, perkara tersebut pernah dilaporkan ke Polda Sumatera Utara dan yang bersangkutan disebut telah menjalani pemeriksaan bersama Kepala Dinas PUTR terkait kasus yang disebut memiliki kemiripan dan berlokasi di Desa Samasi, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi.
Namun demikian, informasi mengenai perkara tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut berdasarkan dokumen resmi dan perkembangan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Redaksi tidak menyimpulkan adanya kesalahan hukum terhadap pihak tertentu tanpa adanya putusan atau keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Publik Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Pernyataan, Persoalan pekerjaan jalan di Onozitoli kini menjadi ujian bagi Dinas PUTR Kota Gunungsitoli. Pernyataan bahwa pekerjaan akan dievaluasi harus dibuktikan dengan tindakan konkret.
Publik berhak mengetahui: kapan evaluasi dilakukan, apa hasil pemeriksaannya, apakah penyedia jasa diperintahkan melakukan pembongkaran atau perbaikan, dan siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan itu penting dijawab secara terbuka agar tidak muncul kesan bahwa pengawasan proyek hanya berjalan di atas kertas.
Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas PUTR dituntut tidak sekadar mengejar terselesaikannya pekerjaan, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebab, “Gunungsitoli Hebat” tidak cukup hanya menjadi slogan. Visi pembangunan harus terlihat nyata dari kualitas jalan, ketegasan pengawasan, transparansi pekerjaan, serta keberanian mengevaluasi setiap bentuk ketidaksesuaian di lapangan.
Mabestv.com akan terus memantau tindak lanjut persoalan tersebut dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis : Avril
Editor : Redaksi














