Wali Kota Gunungsitoli Buka Bimbel Masuk PTN dan Sekolah Kedinasan, Dorong Siswa Berani Bersaing

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // mabestv.com — Pemerintah Kota Gunungsitoli mengambil langkah konkret memperluas akses pendidikan bagi generasi muda dengan membuka Program Bimbingan Belajar Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Sekolah Kedinasan bagi siswa kelas XII dari sembilan SMA negeri dan swasta di Kota Gunungsitoli. (24/08/2026)

Program tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jumat (21/8/2026).

Sebanyak 20 siswa warga Kota Gunungsitoli mengikuti program tersebut. Menariknya, seluruh peserta memperoleh bimbingan belajar secara gratis, dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kota Gunungsitoli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini tidak sekadar menjadi program pendidikan tambahan. Di tengah ketatnya persaingan masuk PTN maupun sekolah kedinasan, pemerintah daerah ingin memastikan siswa dari Gunungsitoli memiliki bekal akademik, mental, dan strategi yang memadai untuk bersaing.

Dalam sambutannya, Sowa’a Laoli menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Program bimbingan belajar ini hadir sebagai wujud komitmen nyata Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Sowa’a.

Namun, Wali Kota memberikan penekanan penting: program yang dibiayai uang rakyat tersebut harus dilaksanakan secara transparan dan objektif.

Ia meminta agar pemilihan maupun pembinaan peserta benar-benar mempertimbangkan minat, kemampuan dan potensi siswa, bukan karena intervensi, kedekatan ataupun “titipan” pihak tertentu.

Pesan tersebut menjadi penting karena program yang menggunakan anggaran daerah harus memberikan kesempatan yang adil kepada siswa yang memang memiliki potensi dan kemauan untuk berkembang.

“Tidak boleh ada intervensi maupun titipan dari pihak mana pun,” tegasnya dalam arahannya.

Sowa’a juga meminta pihak sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai kesiapan anak, termasuk kesiapan mental serta kemampuan pembiayaan pendidikan apabila nantinya berhasil diterima di perguruan tinggi.

Menurutnya, keberhasilan siswa tidak berhenti pada tahap lolos seleksi. Dukungan keluarga tetap menjadi faktor penting agar pendidikan dapat dilanjutkan hingga tuntas.

Untuk memastikan program tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, Dinas Pendidikan bersama mitra pelaksana juga diminta melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi mencakup efektivitas waktu, proses pembelajaran, perkembangan kemampuan peserta hingga hasil yang dicapai.

Baca Juga:  Penyelesaian perkara melalui RJ, Praktisi Hukum Tegaskan harus memenuhi syarat hukum dan tidak berlaku untuk seluruh tindak pidana.

Wali Kota kemudian mengingatkan para siswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah.

Ia mendorong seluruh peserta mengikuti bimbingan dengan disiplin, aktif belajar dan membangun keyakinan bahwa siswa dari Gunungsitoli juga mampu bersaing dengan pelajar dari daerah lain.

Kesempatan yang diberikan pemerintah, kata dia, harus dibayar dengan kesungguhan, kedisiplinan dan prestasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada SSC melalui Pimpinan Cabang Bimbel SSC, Abdullah Umar Dhani, S.Sos., serta LKP Hamoya melalui Pembina LKP Hamoya, Drg. Yenny Susilo, atas dukungan dan kemitraan dalam pelaksanaan program.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli.

Bukan Sekadar Bimbel, Ujian Keseriusan Pemerintah

Program bimbingan belajar yang bersumber dari APBD ini patut dilihat bukan hanya sebagai fasilitas belajar gratis, tetapi sebagai investasi pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda.

Karena itu, keberhasilannya tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau jumlah siswa yang mengikuti bimbingan. Ukuran paling penting adalah seberapa banyak peserta yang benar-benar berhasil menembus PTN atau sekolah kedinasan.

Di sisi lain, prinsip transparansi yang ditekankan Wali Kota harus menjadi fondasi sepanjang program berjalan. Setiap rupiah APBD yang digunakan harus berujung pada manfaat yang jelas bagi masyarakat, khususnya peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Gunungsitoli.

Jika dilaksanakan secara konsisten, objektif dan dievaluasi secara terbuka, program ini berpotensi menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memutus keterbatasan akses dan membuka jalan lebih luas bagi putra-putri daerah menuju pendidikan tinggi.

Kini tantangannya bukan lagi sekadar membuka program, tetapi membuktikan bahwa investasi APBD tersebut benar-benar mampu melahirkan siswa Gunungsitoli yang berprestasi, berkarakter dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Penulis : Avril

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Pemko Kota Gunungsitoli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas
Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!
Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi
OSN Polres Nias Selatan Gerebek Rumah di Lahusa, Empat Orang Diamankan dan Puluhan Paket Diduga Sabu Disita
Kejati Sumut, Aceh, dan Riau Gandeng TNI AL Perkuat Penegakan Hukum di Laut, Teken PKS di Belawan
Polres Nias Panggil Terlapor Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan, D.H. Hadiri Klarifikasi di Unit IV Tipidter
RATASNAS ke-15 dan Kongres ke-2 BIN PROJAMIN Digelar 21 Oktober 2026, Ketua Umum A.I.M. Nababan Tekankan Soliditas dan Satu Komando
Berita ini 22 kali dibaca
Program Bimbingan Belajar Masuk PTN dan Sekolah Kedinasan yang digagas Pemerintah Kota Gunungsitoli menjadi langkah nyata dalam membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda. Dengan pembiayaan melalui APBD, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan prestasi dan kelulusan yang nyata. Penekanan Wali Kota Sowa’a Laoli terhadap transparansi, tanpa intervensi maupun titipan, menjadi kunci agar program berjalan adil dan tepat sasaran. Keberhasilan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kesungguhan pemerintah dalam melakukan evaluasi, dukungan keluarga dan sekolah, serta kedisiplinan para siswa dalam memanfaatkan kesempatan tersebut. Dengan demikian, investasi APBD ini harus dibuktikan melalui lahirnya semakin banyak putra-putri Gunungsitoli yang berhasil menembus PTN maupun sekolah kedinasan dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:14 WIB

OSN Polres Nias Selatan Gerebek Rumah di Lahusa, Empat Orang Diamankan dan Puluhan Paket Diduga Sabu Disita

Berita Terbaru