Nias barat // mabestv.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Barat selama lebih dari dua jam memicu amblesnya bahu jalan di Dusun I, Desa Hayo, Kecamatan Mandrehe, pada Rabu (23/9/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan tembok penahan pada bagian bahu jalan patah setelah tanah di sekitar lokasi mengalami pergeseran. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun pengendara yang melintas.
Tokoh masyarakat, Yasokhi Gulo (YG), saat dihubungi awak media mabestv.com melalui telepon seluler, membenarkan adanya kerusakan pada bahu jalan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut YG, hujan deras berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 17.30 WIB. Intensitas hujan yang cukup tinggi diduga menyebabkan tanah bergeser hingga akhirnya bahu jalan mengalami ambles.
“Akibat diguyur hujan deras selama kurang lebih dua jam, tembok penahan pada bahu jalan patah karena tanah bergeser atau ambles,” ujar YG.
Menyadari kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, masyarakat yang berada di sekitar lokasi langsung mengambil langkah awal dengan memberikan tanda peringatan.
Sejumlah batu dideretkan di sekitar titik bahu jalan yang ambles sebagai penanda agar pengendara lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan tidak terlalu mengambil sisi jalan yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, sembari menunggu adanya penanganan dari pemerintah daerah.
YG menyampaikan permohonan kepada Bupati Nias Barat agar kondisi tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan tanggap darurat, terutama karena menyangkut aspek keselamatan masyarakat.
“Kami memohon dan sangat berharap kepada Bapak Bupati Nias Barat agar lokasi ini segera mendapatkan penanganan tanggap darurat. Ini demi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat sekitar maupun pengendara yang melintas,” kata YG.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanah, bahu jalan, serta konstruksi tembok penahan di lokasi tersebut. Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah kerusakan semakin meluas apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Penulis : Tim / Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Yasokhi Gulo















