Lingga, Kepulauan Riau // mabestv.com – Abrasi pantai yang terus menggerus pesisir Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga kian mengkhawatirkan. Gelombang laut yang terus menghantam garis pantai menyebabkan bahu jalan penghubung menuju Dabo Singkep longsor, sementara satu tiang listrik kini berdiri tepat di bibir abrasi dan terancam roboh. (27/07/2026)
Berdasarkan laporan masyarakat, kondisi tersebut telah ditinjau langsung di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan tanah merah di sepanjang pesisir terus terkikis ombak hingga menyisakan jarak sekitar 1–2 meter dari badan jalan menuju bibir laut. Kondisi ini dinilai sangat rawan, terlebih saat hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Seorang warga Desa Resang mengaku masyarakat hidup dalam kecemasan setiap kali cuaca buruk melanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini jalan satu-satunya buat kami ke Dabo. Sekarang bahu jalannya sudah habis dimakan laut. Tiang listrik juga sudah miring. Kalau hujan dan angin kencang, kami takut jalannya putus. Sudah kami laporkan, tapi belum ada tindakan,” ujar warga.
Kondisi Lapangan Memprihatinkan
Warga menyebut sedikitnya terdapat tiga persoalan mendesak yang membutuhkan penanganan segera, yakni :
- Bahu jalan mengalami longsor akibat abrasi dan berpotensi amblas sewaktu-waktu.
- Tiang listrik berada di bibir abrasi sehingga berisiko roboh, yang dapat menyebabkan pemadaman listrik sekaligus membahayakan pengguna jalan.
- Hingga kini belum terdapat perlindungan pantai seperti turap, bronjong, maupun pemecah ombak di lokasi terdampak.
Bahkan saat ombak besar, air laut disebut telah mencapai badan jalan sehingga mempercepat proses pengikisan tanah di sepanjang pesisir.
Ancam Aktivitas dan Perekonomian Warga
Jika kerusakan terus dibiarkan, warga khawatir akses utama menuju Dabo Singkep akan terputus. Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk untuk mengangkut hasil kebun, kelapa, dan hasil tangkapan nelayan.
Selain mengganggu aktivitas ekonomi, kondisi itu juga dikhawatirkan menghambat perjalanan anak-anak menuju sekolah, akses masyarakat ke layanan kesehatan, hingga penanganan keadaan darurat.
Di sisi lain, kerusakan jalan akibat abrasi berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar karena biaya perbaikannya akan semakin tinggi apabila tidak segera ditangani.
Warga Minta Pemerintah Jangan Menunggu Korban
Masyarakat Desa Resang mendesak Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera mengambil langkah konkret.
Mereka meminta Dinas PUPR Kabupaten Lingga bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera melakukan survei teknis dan membangun pengaman pantai permanen di lokasi abrasi.
Selain itu, PLN ULP Singkep juga diminta segera mengamankan tiang listrik yang kini berada di bibir laut agar tidak membahayakan masyarakat.
Pemerintah Desa Resang bersama Pemerintah Kecamatan Singkep Selatan diharapkan terus mengawal aspirasi warga hingga mendapat perhatian dari Bupati Lingga dan Gubernur Kepulauan Riau.
Tokoh masyarakat Desa Resang menegaskan bahwa penanganan tidak boleh lagi ditunda.
“Jangan tunggu ada korban atau jalan putus total baru diperbaiki. Kami di Resang juga warga Lingga yang berhak mendapatkan perhatian pemerintah. Kalau ombak besar, air sudah sampai ke aspal. Ini bukan lagi ancaman, tapi kenyataan yang harus segera ditangani,” tegasnya.
Hingga berita ini disusun, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah dan instansi terkait untuk mencegah kerusakan yang lebih parah serta menjaga keselamatan pengguna jalan di wilayah pesisir Desa Resang.
Penulis : Zailani
Editor : Redaksi














