PERSOALAN BENCANA BELUM TUNTAS, DISTRIBUSI PUPUK SUBSIDI DIPERTANYAKAN: BUPATI TAPANULI UTARA DIMINTA SERIUS MEMBANGUN DAERAH

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Utara // mabestv.com Persoalan penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Utara hingga kini dinilai belum menunjukkan progres yang signifikan. Meski beberapa waktu lalu Gubernur Bobby Nasution berkali-kali turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana di Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan, kondisi di sejumlah kecamatan masih memprihatinkan dan belum tertangani secara maksimal. (27/02/2026).

Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari berbagai kalangan masyarakat. Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara, Paulus PG, menilai Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara harus lebih serius dalam menjalankan pembangunan daerah dan tidak hanya berfokus pada pencitraan di ruang publik.

Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan langkah konkret, khususnya dalam percepatan pemulihan pascabencana serta penguatan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rakyat membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar seremonial dan pencitraan. Persoalan bencana belum selesai, masyarakat masih kesulitan, dan sektor pertanian juga menghadapi masalah serius,” ujarnya.

Belum tuntasnya persoalan bencana kini kembali diperparah dengan munculnya polemik distribusi pupuk subsidi melalui PT Perseroda Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara. Berdasarkan data periode Januari hingga 13 Mei 2026, kuota pupuk subsidi disebut mencapai 8.467.138 ton. Namun dari jumlah tersebut, yang terealisasi atau terdistribusi kepada 43 kios maupun grosir hanya sekitar 2.502 ton.

Distribusi pupuk subsidi tersebut diketahui mencakup lima kecamatan sesuai SK Dinas Pertanian Tahun 2026, yakni Kecamatan Adian Koting, Sipahutar, Parmanangan, Tarutung, dan Siatas Barita.

Ironisnya, pendistribusian pupuk subsidi kepada petani dinilai belum berjalan maksimal. Pihak PT Perseroda Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara disebut menyampaikan alasan keterbatasan stok pupuk di gudang sehingga proses distribusi mengalami hambatan.

Baca Juga:  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Namun alasan tersebut dinilai tidak dapat dijadikan pembenaran apabila berdampak langsung terhadap kebutuhan petani. Paulus PG menegaskan bahwa pupuk subsidi merupakan program strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menopang kesejahteraan petani.

“Jika benar kuota pupuk begitu besar namun realisasi penyalurannya sangat minim, maka hal ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai muncul dugaan permainan, penyalahgunaan kewenangan, ataupun praktik persengkongkolan dalam distribusi pupuk subsidi,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Negeri Tarutung, Polres Tapanuli Utara hingga lembaga terkait lainnya, agar segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola dan distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam ketentuan pemerintah, penyaluran pupuk subsidi telah diatur melalui Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia terkait tata cara penetapan alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sektor pertanian. Penyaluran pupuk subsidi diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam sistem elektronik RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dan wajib dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, serta transparan.

Selain itu, penyalahgunaan distribusi pupuk subsidi berpotensi melanggar ketentuan pidana apabila ditemukan unsur memperkaya diri sendiri maupun kelompok yang merugikan keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Jangan biarkan rakyat terus menjadi korban. Pemerintah daerah harus hadir membawa solusi nyata, bukan sekadar membangun citra di tengah penderitaan masyarakat,” tutup Paulus PG.

Penulis : Redaksi

Sumber Berita: Humas DPD SUMUT PEMUDA DOMOKRAT INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Kesalahpahaman Pembangunan Gereja BNKP Teladan Medan, Kuasa Hukum: Semua Pihak Harus Kedepankan Kebenaran
Polres Nias Disorot, Dinilai Lamban Tanggapi Maraknya Akun Palsu dalam Kasus Kematian Siswi SMK di Alasa Talumuzoi
Kurang dari 1×24 Jam, Polsek Gido Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Nias
Kapolres Nias Dinilai Minim Prestasi, Deretan Kasus Viral Belum Tuntas Tuai Sorotan Publik
Kepemimpinan Bupati di Tapanuli Tengah Dipertanyakan, Penanganan Bencana Dinilai Lamban
Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa, Presiden Prabowo Subianto Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad
PERADAN Sumut dan L-KPK Sumut Bangun Sinergitas dengan Polres Asahan, Dorong Penegakan Hukum Profesional dan Humanis
Atieli zebua Serap Aspirasi Warga Gunungsitoli Barat, Infrastruktur dan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan Utama
Berita ini 11 kali dibaca
Persoalan bencana yang belum terselesaikan di Kabupaten Tapanuli Utara kini semakin diperparah dengan polemik distribusi pupuk subsidi yang dinilai tidak berjalan maksimal. Kondisi ini memunculkan kritik keras terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan pemulihan masyarakat dan menjaga kebutuhan petani sebagai sektor vital perekonomian daerah. Minimnya realisasi penyaluran pupuk subsidi dibanding besarnya kuota yang tersedia menimbulkan tanda tanya besar dan mendorong desakan agar aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak adanya penyimpangan maupun praktik yang merugikan masyarakat dan negara. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara lebih fokus menghadirkan solusi nyata, mempercepat penanganan bencana, serta menjamin distribusi pupuk subsidi berjalan transparan, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan petani.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Dugaan Kesalahpahaman Pembangunan Gereja BNKP Teladan Medan, Kuasa Hukum: Semua Pihak Harus Kedepankan Kebenaran

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:48 WIB

Polres Nias Disorot, Dinilai Lamban Tanggapi Maraknya Akun Palsu dalam Kasus Kematian Siswi SMK di Alasa Talumuzoi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:26 WIB

PERSOALAN BENCANA BELUM TUNTAS, DISTRIBUSI PUPUK SUBSIDI DIPERTANYAKAN: BUPATI TAPANULI UTARA DIMINTA SERIUS MEMBANGUN DAERAH

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:33 WIB

Kurang dari 1×24 Jam, Polsek Gido Berhasil Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Nias

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:05 WIB

Kapolres Nias Dinilai Minim Prestasi, Deretan Kasus Viral Belum Tuntas Tuai Sorotan Publik

Berita Terbaru