Gunungsitoli // mabestv.com — Pemerintah Kota Gunungsitoli mengambil langkah konkret memperluas akses pendidikan bagi generasi muda dengan membuka Program Bimbingan Belajar Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Sekolah Kedinasan bagi siswa kelas XII dari sembilan SMA negeri dan swasta di Kota Gunungsitoli. (24/08/2026)
Program tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak 20 siswa warga Kota Gunungsitoli mengikuti program tersebut. Menariknya, seluruh peserta memperoleh bimbingan belajar secara gratis, dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kota Gunungsitoli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini tidak sekadar menjadi program pendidikan tambahan. Di tengah ketatnya persaingan masuk PTN maupun sekolah kedinasan, pemerintah daerah ingin memastikan siswa dari Gunungsitoli memiliki bekal akademik, mental, dan strategi yang memadai untuk bersaing.
Dalam sambutannya, Sowa’a Laoli menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program bimbingan belajar ini hadir sebagai wujud komitmen nyata Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Sowa’a.
Namun, Wali Kota memberikan penekanan penting: program yang dibiayai uang rakyat tersebut harus dilaksanakan secara transparan dan objektif.
Ia meminta agar pemilihan maupun pembinaan peserta benar-benar mempertimbangkan minat, kemampuan dan potensi siswa, bukan karena intervensi, kedekatan ataupun “titipan” pihak tertentu.
Pesan tersebut menjadi penting karena program yang menggunakan anggaran daerah harus memberikan kesempatan yang adil kepada siswa yang memang memiliki potensi dan kemauan untuk berkembang.
“Tidak boleh ada intervensi maupun titipan dari pihak mana pun,” tegasnya dalam arahannya.
Sowa’a juga meminta pihak sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai kesiapan anak, termasuk kesiapan mental serta kemampuan pembiayaan pendidikan apabila nantinya berhasil diterima di perguruan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan siswa tidak berhenti pada tahap lolos seleksi. Dukungan keluarga tetap menjadi faktor penting agar pendidikan dapat dilanjutkan hingga tuntas.
Untuk memastikan program tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, Dinas Pendidikan bersama mitra pelaksana juga diminta melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi mencakup efektivitas waktu, proses pembelajaran, perkembangan kemampuan peserta hingga hasil yang dicapai.
Wali Kota kemudian mengingatkan para siswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah.
Ia mendorong seluruh peserta mengikuti bimbingan dengan disiplin, aktif belajar dan membangun keyakinan bahwa siswa dari Gunungsitoli juga mampu bersaing dengan pelajar dari daerah lain.
Kesempatan yang diberikan pemerintah, kata dia, harus dibayar dengan kesungguhan, kedisiplinan dan prestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada SSC melalui Pimpinan Cabang Bimbel SSC, Abdullah Umar Dhani, S.Sos., serta LKP Hamoya melalui Pembina LKP Hamoya, Drg. Yenny Susilo, atas dukungan dan kemitraan dalam pelaksanaan program.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli.
Bukan Sekadar Bimbel, Ujian Keseriusan Pemerintah
Program bimbingan belajar yang bersumber dari APBD ini patut dilihat bukan hanya sebagai fasilitas belajar gratis, tetapi sebagai investasi pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda.
Karena itu, keberhasilannya tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau jumlah siswa yang mengikuti bimbingan. Ukuran paling penting adalah seberapa banyak peserta yang benar-benar berhasil menembus PTN atau sekolah kedinasan.
Di sisi lain, prinsip transparansi yang ditekankan Wali Kota harus menjadi fondasi sepanjang program berjalan. Setiap rupiah APBD yang digunakan harus berujung pada manfaat yang jelas bagi masyarakat, khususnya peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Gunungsitoli.
Jika dilaksanakan secara konsisten, objektif dan dievaluasi secara terbuka, program ini berpotensi menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memutus keterbatasan akses dan membuka jalan lebih luas bagi putra-putri daerah menuju pendidikan tinggi.
Kini tantangannya bukan lagi sekadar membuka program, tetapi membuktikan bahwa investasi APBD tersebut benar-benar mampu melahirkan siswa Gunungsitoli yang berprestasi, berkarakter dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Penulis : Avril
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Pemko Kota Gunungsitoli














