Gunungsitoli // mabestv.com — Polemik dana pembinaan bagi atlet Kecamatan Gunungsitoli Barat yang berhasil meraih Juara Umum I Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Gunungsitoli 2025 kembali mencuat. Persoalan yang selama berbulan-bulan menjadi perbincangan masyarakat tersebut kini mendapat perhatian serius setelah sejumlah official dan atlet melakukan audiensi dengan pihak Kecamatan Gunungsitoli Barat. (03/08/2026)
Dana pembinaan yang seharusnya menjadi bentuk apresiasi dan dukungan terhadap perjuangan para atlet hingga kini dipertanyakan realisasi serta mekanisme penyalurannya. Pasalnya, hampir setahun setelah pelaksanaan PORKOT 2025, para atlet mengaku belum memperoleh kepastian yang jelas mengenai kapan dana pembinaan tersebut akan diserahkan kepada tim maupun atlet yang berhak menerimanya.
PORKOT Gunungsitoli 2025 sendiri menjadi salah satu ajang olahraga yang mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya Muaythai, Kick Boxing, Voli Pantai, dan Bola Basket.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persaingan berlangsung sengit hingga akhirnya Kecamatan Gunungsitoli Barat keluar sebagai Juara Umum I. Prestasi tersebut semestinya menjadi momentum untuk memberikan penghargaan sekaligus motivasi kepada para atlet yang telah membawa nama baik kecamatan.
Namun, persoalan muncul setelah penyerahan penghargaan kejuaraan. Informasi mengenai adanya dana pembinaan yang diserahkan melalui pihak kecamatan kemudian menjadi pertanyaan di kalangan official dan atlet karena hingga beberapa bulan setelah kegiatan, belum terdapat kepastian mengenai waktu dan mekanisme pembagiannya.
Sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga bahkan disebut telah berulang kali melakukan konfirmasi kepada pihak Kecamatan Gunungsitoli Barat. Akan tetapi, kepastian mengenai pencairan dana tersebut belum kunjung diperoleh hingga isu itu berkembang di tengah masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Official dan Atlet Datangi Kantor Camat
Menindaklanjuti polemik tersebut, pada Senin, 31 Agustus 2026, official dan atlet Kecamatan Gunungsitoli Barat melakukan audiensi dengan pihak kecamatan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang klarifikasi antara para atlet dengan pemerintah kecamatan guna membahas secara langsung persoalan dana pembinaan yang selama ini menjadi tanda tanya.
Kedatangan para official dan atlet diterima langsung oleh Camat Gunungsitoli Barat, Medianus Zebua. Dalam pertemuan tersebut, pihak kecamatan merespons positif aspirasi dan pertanyaan yang disampaikan para atlet.
Dari hasil audiensi, diperoleh kesepakatan bahwa penyerahan dana pembinaan akan dijadwalkan pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Kantor Camat Gunungsitoli Barat.
Kepastian jadwal tersebut menjadi angin segar bagi para atlet yang selama ini menunggu kejelasan mengenai hak pembinaan sebagai bagian dari apresiasi atas prestasi yang mereka raih pada PORKOT Gunungsitoli 2025.
Atlet Bersiap Hadapi Kejuaraan Tingkat Provinsi
Kejelasan mengenai dana pembinaan tersebut dinilai penting, terlebih para atlet Gunungsitoli Barat dalam waktu dekat akan kembali menghadapi agenda pertandingan di tingkat provinsi.
Dukungan pemerintah kecamatan diharapkan tidak berhenti pada persoalan pencairan dana pembinaan, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian yang berkelanjutan terhadap pembinaan atlet, fasilitas latihan, kebutuhan pertandingan, serta penghargaan terhadap prestasi olahraga.
Camat Gunungsitoli Barat Medianus Zebua dalam audiensi tersebut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan masyarakat, termasuk pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda.
Dengan adanya jadwal penyerahan dana pembinaan, para atlet berharap polemik yang selama ini berkembang dapat segera berakhir dan tidak lagi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Transparansi Jadi Kunci
Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap dana yang diperuntukkan bagi pembinaan dan penghargaan atlet harus dikelola secara transparan, akuntabel, serta jelas peruntukannya.
Masyarakat tentu memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana dana pembinaan tersebut diterima, berapa jumlahnya, siapa penerimanya, serta bagaimana mekanisme pembagiannya kepada official maupun atlet yang berprestasi.
Terlebih, para atlet telah membawa nama Kecamatan Gunungsitoli Barat sebagai Juara Umum I PORKOT Gunungsitoli 2025. Karena itu, transparansi dalam penyaluran dana bukan hanya menyangkut persoalan administrasi, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap perjuangan dan prestasi para atlet.
Kini perhatian publik tertuju pada Jumat, 4 September 2026. Apakah dana pembinaan yang selama ini menjadi polemik benar-benar akan diserahkan sesuai jadwal, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat?
Para atlet dan official tentu berharap agenda tersebut menjadi titik akhir polemik sekaligus awal dari pembinaan olahraga yang lebih serius, transparan, dan berkelanjutan di Kecamatan Gunungsitoli Barat.
Penulis : Samuel Harefa
Editor : Redaksi














