Medan // mabestv.com — Perjuangan keluarga almarhumah Winda Lorenza Gowasa untuk mendapatkan kejelasan atas kematian putrinya terus berlanjut. Setelah menggelar aksi damai di Mapolda Sumatera Utara pada Kamis, 27 Agustus 2026, keluarga bersama masyarakat dan pihak yang peduli terhadap kasus tersebut kembali menggelar doa malam dan penyalaan 1.000 lilin pada Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka, depan Pos Bloc, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai itu menjadi simbol dukungan moral sekaligus bentuk desakan agar proses pengungkapan kasus kematian Winda dilakukan secara serius, transparan, objektif, dan berdasarkan fakta serta bukti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Winda Lorenza Gowasa diketahui lahir pada 27 November 1995 dan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026. Kematian tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus memunculkan sejumlah pertanyaan yang hingga kini ingin mendapatkan jawaban secara terang.
Dalam aksi sebelumnya di Mapolda Sumut, keluarga menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta agar dilakukan ekshumasi dan autopsi ulang secara independen terhadap jenazah Winda dengan melibatkan pihak keluarga atau pihak yang dianggap dapat memberikan jaminan independensi.
Kedua, keluarga meminta agar perkara Winda ditangani secara langsung oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Ketiga, keluarga mendesak agar seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan objektif, termasuk pemberian akses informasi atau data yang relevan kepada pihak keluarga korban sesuai ketentuan hukum.
1.000 Lilin, 1.000 Harapan
Doa malam dan penyalaan 1.000 lilin bukan sekadar seremoni. Cahaya lilin tersebut menjadi simbol bahwa keluarga tidak ingin kasus Winda berhenti dalam ketidakjelasan.
Satu per satu lilin dinyalakan sebagai bentuk doa, kepedulian, sekaligus harapan agar fakta sebenarnya dapat terungkap dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
“Satu lilin adalah doa. Satu langkah adalah kepedulian. Satu suara adalah harapan,” demikian pesan yang tercantum dalam poster kegiatan tersebut.
Keluarga berharap perhatian publik terhadap perkara ini dapat menjadi energi positif untuk mendorong proses penegakan hukum yang profesional tanpa menghakimi pihak mana pun sebelum adanya hasil penyelidikan dan pembuktian secara sah.
Keluarga Minta Jawaban, Bukan Sekadar Penjelasan
Desakan keluarga pada prinsipnya bukan untuk mendahului proses hukum, melainkan meminta agar seluruh pertanyaan mengenai kematian Winda dapat dijawab melalui pemeriksaan yang terbuka, ilmiah, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ekshumasi dan autopsi ulang yang diminta keluarga diharapkan mampu memberikan kepastian apabila masih terdapat aspek medis atau forensik yang perlu diperjelas.
Karena itu, publik kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum dalam merespons aspirasi keluarga. Jangan sampai tuntutan untuk memperoleh kebenaran hanya berhenti pada penerimaan laporan dan pernyataan administratif, tanpa diikuti proses pemeriksaan yang benar-benar mampu menjawab seluruh pertanyaan yang masih menggantung.
Keadilan bagi Winda bukan tentang membangun opini terhadap siapa pun. Keadilan adalah memastikan setiap fakta diperiksa, setiap bukti diuji, dan setiap proses hukum berjalan secara transparan serta objektif.
Bagi keluarga, perjuangan belum selesai.
Kebenaran harus terungkap. Keadilan harus diperjuangkan. Dan prosesnya harus dikawal sampai tuntas.
Penulis : Redaksi














