Prabowo Dorong Percepatan Waste to Energy, Solusi Sampah Nasional atau Tantangan Baru?

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DKI Jakarta // mabestv.com — Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Danantara yang juga Menteri Investasi Rosan Roeslani bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Rabu (25/3/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan program Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi di sejumlah kota besar Indonesia.

Dalam paparannya, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pengembangan WTE saat ini difokuskan di wilayah dengan volume sampah tinggi, seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, hingga Bali. Program ini dinilai berpotensi menjadi solusi ganda: menekan timbunan sampah sekaligus menyediakan sumber energi listrik alternatif.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah mendesak dan membutuhkan penanganan yang lebih sistematis. Ia meminta pemerintah pusat mengambil peran lebih aktif dalam mempercepat implementasi program, termasuk melalui pemanfaatan teknologi modern seperti WTE.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Harus ada langkah terpadu dan percepatan nyata di lapangan,” tegas Presiden dalam arahannya.

Namun, di balik optimisme tersebut, pengembangan WTE masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari sisi teknis, proyek ini membutuhkan investasi besar serta kesiapan infrastruktur yang tidak merata di setiap daerah. Selain itu, aspek regulasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai masih perlu diperkuat agar implementasi berjalan efektif.

Baca Juga:  Prabowo–Takaichi Perkuat Poros Indo-Pasifik: Dari Hilirisasi hingga Pertahanan, Indonesia–Jepang Masuk Fase Baru

Sejumlah pengamat lingkungan juga mengingatkan bahwa penerapan WTE harus dilakukan dengan standar teknologi tinggi agar tidak menimbulkan dampak baru, terutama terkait potensi emisi dan polusi udara. Transparansi dalam pemilihan teknologi dan pengawasan operasional menjadi kunci agar program ini benar-benar ramah lingkungan.

Di sisi lain, pelaku industri dan pemerintah melihat WTE sebagai peluang strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan meningkatnya kebutuhan listrik dan terbatasnya sumber energi konvensional, pemanfaatan sampah sebagai energi dinilai dapat menjadi alternatif yang relevan, khususnya di kawasan perkotaan.

Dengan dukungan langsung dari Presiden, program WTE diharapkan segera memasuki tahap implementasi yang lebih luas dan terukur. Keberhasilan program ini nantinya akan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, kesiapan teknologi, serta komitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan energi dan kelestarian lingkungan.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Setkab RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek APBD Gunungsitoli 2026 Disorot! CV Yordan Tangani Paket Miliaran Rupiah, Dinas PUPR Diminta Transparan soal Kontrak dan Mutu Konstruksi
KUR di Bawah Rp100 Juta Diminta Jaminan Sertifikat Tanah, Nasabah Bank BRI Unit Diponegoro di Gunungsitoli Pertanyakan Implementasi Kebijakan Pemerintah
Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Nias Selatan Sambangi Pesantren Mutiara Cahaya Qolbu, Santri Diingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online
Dukung Program Prioritas Kapolda Sumut “SI HORAS”, Kapolres Nias Selatan Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Teluk Dalam
HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Salurkan Bansos kepada Warga, Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Masyarakat
Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega
Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas
Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Proyek APBD Gunungsitoli 2026 Disorot! CV Yordan Tangani Paket Miliaran Rupiah, Dinas PUPR Diminta Transparan soal Kontrak dan Mutu Konstruksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:09 WIB

KUR di Bawah Rp100 Juta Diminta Jaminan Sertifikat Tanah, Nasabah Bank BRI Unit Diponegoro di Gunungsitoli Pertanyakan Implementasi Kebijakan Pemerintah

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Nias Selatan Sambangi Pesantren Mutiara Cahaya Qolbu, Santri Diingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Dukung Program Prioritas Kapolda Sumut “SI HORAS”, Kapolres Nias Selatan Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Teluk Dalam

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:14 WIB

HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Salurkan Bansos kepada Warga, Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru