Anggota DPR Mulyadi Desak Aparat Hukum Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal Skala Besar di Sumbar

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar // mabestv.com 31 mei 2026, Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat di sejumlah wilayah Sumatera Barat kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I DPR RI, Mulyadi, mendesak aparat penegak hukum bersama TNI untuk segera mengambil langkah tegas terhadap praktik pertambangan ilegal yang dinilai telah merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Desakan tersebut disampaikan Mulyadi dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepala Staf Angkatan Darat. Menurutnya, aktivitas tambang emas ilegal di Ranah Minang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini belum mampu ditertibkan secara maksimal.

“Mohon kiranya aktualisasi peran TNI betul-betul terwujud untuk menertibkan tambang ilegal yang sudah bertahun-tahun tidak mampu ditertibkan ini,” tegas Mulyadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Mulyadi mengungkapkan bahwa masyarakat kerap menyebut adanya sejumlah pihak yang diduga menjadi pemodal atau cukong besar di balik aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Karena itu, ia meminta aparat melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Mulyadi menilai pemberantasan tambang ilegal tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk membongkar jaringan pelaku utama yang selama ini diduga mengendalikan aktivitas pertambangan ilegal berskala besar.

“Kekayaan dan kelestarian alam Sumatera Barat harus diselamatkan dari tangan-tangan serakah yang hanya berorientasi memperkaya diri tanpa memedulikan kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Legislator asal Daerah Pemilihan Sumbar II itu juga menegaskan bahwa fokus penindakan harus diarahkan kepada para pelaku tambang ilegal yang menggunakan alat berat seperti ekskavator. Menurutnya, aktivitas tersebut jauh berbeda dengan masyarakat yang melakukan pendulangan tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga:  Presiden Perketat Pengawasan Aliran Dana, Transparansi Keuangan Negara Jadi Sorotan Utama

Ia menilai tidak masuk akal apabila puluhan hingga ratusan ekskavator beroperasi dalam satu kawasan tambang namun kemudian diklaim sebagai aktivitas pertambangan rakyat.

“Yang mesti segera ditertibkan itu adalah yang menggunakan alat berat. Tidak masuk akal jika puluhan bahkan ratusan ekskavator beroperasi di satu titik lokasi lalu diklaim sebagai tambang rakyat,” tegasnya.

Mulyadi mengingatkan bahwa praktik tambang emas ilegal menggunakan alat berat di sepanjang daerah aliran sungai telah menyebabkan kerusakan ekologis yang serius. Deforestasi, pendangkalan sungai, perubahan alur sungai, hingga kerusakan kawasan hutan menjadi faktor yang memperbesar risiko terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal bukan hanya merugikan ekosistem, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak. Bahkan, berbagai bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa.

Karena itu, Mulyadi meminta aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu. Ia menekankan bahwa para cukong yang mendanai operasional tambang ilegal, termasuk pihak-pihak yang diduga membekingi kegiatan tersebut, harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain penindakan pidana, ia juga mendorong penyitaan seluruh alat berat yang digunakan dalam aktivitas pertambangan ilegal agar tidak kembali beroperasi dan merusak lingkungan.

“Tidak ada yang boleh kebal hukum. Cukong dan siapa pun yang membekingi tambang ilegal ini harus ditindak tegas. Negara tidak boleh kalah oleh para perusak lingkungan yang mengorbankan kepentingan masyarakat demi keuntungan pribadi,” pungkas Mulyadi.

Penulis : Fitri yeni wasila

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kinerja Polres Nias Disorot, Akun Palsu dan Hoaks Marak, Publik Pertanyakan Penegakan Hukum Siber
Pemuda Masyarakat Nias Konsolidasi Akbar, Siap Gelar Aksi di Polda Sumut Desak Evaluasi Kinerja Kapolres Nias
BPP-PKN Perkuat Langkah Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Kemendagri Sebut Persyaratan Telah Terpenuhi
Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan ASN Harus Bebas Pungli dan Korupsi
Mahasiswa Asal Nias Diduga Jadi Korban Pengeroyokan dan Sweeping, Polisi Diminta Usut Tuntas
Tindak Lanjut Berita Sebelumnya Langsung Direspons, PLN UP3 Nias Turun Tangan Tangani Gangguan Jaringan Listrik
Ketua Komisi III DPR RI Dukung Polri Tindak Tegas Begal: Negara Harus Hadir Jamin Keamanan Masyarakat
Berita ini 20 kali dibaca
Anggota DPR RI, Mulyadi, mendesak aparat penegak hukum bersama TNI untuk segera menertibkan aktivitas tambang emas ilegal berskala besar di Sumatera Barat yang menggunakan alat berat. Menurutnya, penindakan harus difokuskan kepada para pemodal (cukong) dan pihak-pihak yang diduga membekingi aktivitas tersebut, bukan kepada masyarakat kecil yang melakukan pendulangan tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mulyadi menegaskan bahwa praktik PETI dengan ekskavator telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius dan berpotensi memicu bencana seperti banjir bandang serta tanah longsor. Karena itu, ia meminta aparat bertindak tegas, melakukan investigasi menyeluruh, menyita alat berat yang digunakan, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu demi menyelamatkan kelestarian alam dan melindungi kepentingan masyarakat Sumatera Barat.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Kinerja Polres Nias Disorot, Akun Palsu dan Hoaks Marak, Publik Pertanyakan Penegakan Hukum Siber

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:44 WIB

Pemuda Masyarakat Nias Konsolidasi Akbar, Siap Gelar Aksi di Polda Sumut Desak Evaluasi Kinerja Kapolres Nias

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:36 WIB

BPP-PKN Perkuat Langkah Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Kemendagri Sebut Persyaratan Telah Terpenuhi

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:07 WIB

Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 1 Juni 2026 - 07:29 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan ASN Harus Bebas Pungli dan Korupsi

Berita Terbaru