Kajari Nisel Diduga “Diam”: Aduan Dana Dacil dan BOS Mengendap, Masyarakat Siap Bawa ke Komisi III DPR RI

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Selatan // mabestv.com — Sorotan publik terhadap kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan kian menguat. Kepala Kejari (Kajari) Nisel menjadi perhatian setelah dinilai lamban merespons sejumlah aduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK/Dacil) dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sabtu, 04/04/2026

Laporan yang telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat, bahkan menimbulkan persepsi adanya pembiaran terhadap dugaan praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Sejumlah elemen masyarakat menilai, sikap yang terkesan pasif tersebut mencederai semangat transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum. Padahal, dana Dacil dan BOS merupakan instrumen vital dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti, lalu ke mana lagi kami harus mengadu? Ini menyangkut masa depan pendidikan dan pembangunan daerah,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan penyimpangan yang dilaporkan mencakup indikasi mark-up anggaran, kegiatan fiktif, hingga penggunaan dana yang tidak tepat sasaran. Namun hingga kini, publik belum mendapatkan penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak Kejari Nias Selatan terkait progres penanganan perkara tersebut.

Kekecewaan publik pun berpotensi berujung pada langkah lebih jauh. Sejumlah perwakilan masyarakat menyatakan tengah mempersiapkan pengaduan ke Komisi III DPR RI guna meminta pengawasan langsung terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah.

Baca Juga:  Polres Nias Disorot, Dinilai Lamban Tanggapi Maraknya Akun Palsu dalam Kasus Kematian Siswi SMK di Alasa Talumuzoi

“Jika di daerah tidak ada kejelasan, kami akan membawa persoalan ini ke Komisi III DPR RI agar ada evaluasi dan pengawasan terhadap aparat penegak hukum di Nias Selatan,” tegas salah satu perwakilan masyarakat.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Kejari Nias Selatan, Edmond Purba, SH., MH., akhirnya memberikan klarifikasi kepada awak media melalui pesan WhatsApp. Ia menyatakan bahwa laporan terkait dana Dacil dan BOS saat ini masih dalam proses pendalaman.

“Saat ini masih kami pertajam alat bukti yang diberikan pelapor terkait Dacil. Untuk BOS, kami sedang melakukan klarifikasi atas laporan yang masuk dan sedang ditindaklanjuti. Dasar kami KUHAP. Setelah libur Lebaran, akan kami lanjutkan prosesnya. Saya juga menekankan kepada anggota Pidsus dan Intel agar bekerja secara profesional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa proses hukum masih berjalan, meskipun belum terlihat secara terbuka oleh publik.

Pengamat hukum mengingatkan, transparansi dalam penanganan laporan masyarakat merupakan kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ketidakjelasan informasi justru berpotensi memperbesar spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Kini, masyarakat menanti langkah konkret dari Kejari Nias Selatan. Klarifikasi terbuka, progres penanganan, serta komitmen nyata dalam mengusut dugaan penyimpangan dana publik menjadi ujian penting bagi integritas aparat penegak hukum di daerah tersebut.

Jika tidak segera dijawab dengan tindakan nyata, tekanan publik dipastikan akan terus menguat—bahkan hingga ke panggung nasional.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Menanti Kepastian Hukum, Sony Tehe Lase Adukan Penyidik Polres Madina ke Propam dan Wassidik Polda Sumut.
Usai Dilantik, Camat Umbunasi Tancap Gas Gelar Rakor dan Bentuk Panitia HUT RI ke-81
Tabrakan Beruntun Maut di Sibolangit, Empat Nyawa Melayang; Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Jalur Medan–Berastagi
Kecelakaan Maut Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, Tujuh Kendaraan Terlibat, Diduga Dipicu Truk Rem Blong
Yaseroro Zendrato: Kehadiran Bobby Nasution di Nias Bukti Kepemimpinan yang Hadir dan Berpihak pada Rakyat
GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir
Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja
DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut
Berita ini 104 kali dibaca
Sorotan terhadap Kejari Nias Selatan mencerminkan meningkatnya tuntutan publik akan transparansi dan keseriusan dalam penegakan hukum, khususnya terkait dugaan penyimpangan dana Dacil dan BOS. Lambannya respons dinilai memicu ketidakpercayaan, meski pihak Kejari telah menyatakan bahwa proses masih berjalan dan akan dilanjutkan pasca Lebaran. Situasi ini menjadi ujian nyata bagi integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum. Jika tidak segera dibuktikan dengan langkah konkret dan terbuka, bukan hanya kepercayaan publik yang tergerus, tetapi juga berpotensi menyeret persoalan ini ke pengawasan tingkat nasional melalui Komisi III DPR RI.

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:42 WIB

Dua Tahun Menanti Kepastian Hukum, Sony Tehe Lase Adukan Penyidik Polres Madina ke Propam dan Wassidik Polda Sumut.

Senin, 20 Juli 2026 - 13:05 WIB

Usai Dilantik, Camat Umbunasi Tancap Gas Gelar Rakor dan Bentuk Panitia HUT RI ke-81

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:21 WIB

Tabrakan Beruntun Maut di Sibolangit, Empat Nyawa Melayang; Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Jalur Medan–Berastagi

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:47 WIB

Kecelakaan Maut Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, Tujuh Kendaraan Terlibat, Diduga Dipicu Truk Rem Blong

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:45 WIB

Yaseroro Zendrato: Kehadiran Bobby Nasution di Nias Bukti Kepemimpinan yang Hadir dan Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru