Nias Barat // mabestv.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat menggelar sosialisasi teknik pelaksanaan bantuan pascabencana tahun 2025, Rabu (8/4/2026), di Aula Kantor Camat Mandrehe. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala BPBD Nias Barat, Sihama Gulo, S.Pd. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada para penerima manfaat terkait mekanisme pelaksanaan bantuan pascabencana yang terjadi pada 24–25 November 2025 lalu.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap keluarga penerima manfaat memahami tahapan pelaksanaan pembangunan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai ketentuan,” tegas Sihama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari program penyerahan bantuan perbaikan rumah akibat bencana hidrometeorologi Siklon Seroja yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sebanyak 81 kepala keluarga penerima manfaat—terdiri dari kategori rumah rusak ringan, sedang, hingga berat—mendapatkan pembekalan teknis terkait proses konstruksi pembangunan rumah.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan tidak dikenakan pajak maupun potongan dalam bentuk apa pun. Hal ini ditegaskan untuk mencegah potensi penyimpangan di lapangan.
“Tidak ada potongan sepeser pun. Bantuan ini murni untuk masyarakat. Karena itu, kami minta seluruh penerima manfaat menjalankan pembangunan sesuai petunjuk teknis, dengan prinsip tepat, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nias Barat berharap, melalui sosialisasi ini, proses rehabilitasi pascabencana dapat berjalan optimal dan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan bantuan pemerintah.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pengawasan bersama sangat diperlukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak bencana.
Penulis : Yasokhi Gulo, S.Th
Editor : Redaksi














