Narasi LLDIKTI Wilayah I Sumut Disorot, Pengurus Lama Yayasan Darma Agung Diduga Dijadikan “Kambing Hitam” Konflik

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut // mabestv.com — Pernyataan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I sumut terkait konflik internal Yayasan Perguruan Darma Agung menuai sorotan tajam. Sejumlah kalangan menilai, narasi yang disampaikan tidak lagi sekadar klarifikasi institusional, melainkan telah mengarah pada pembentukan opini publik yang menyudutkan pengurus lama sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. (09/04/2026)

Penilaian tersebut mencuat di tengah kompleksitas konflik yayasan yang hingga kini belum menemukan titik terang. Dualisme kepengurusan, tarik-menarik legitimasi hukum, hingga benturan kepentingan antar pihak menjadi faktor yang memperkeruh situasi. Namun, dalam berbagai pernyataan yang beredar, sorotan justru dinilai terlalu terpusat pada satu pihak.

Seorang pengamat sosial di Medan menyebut, narasi yang dibangun oleh institusi berwenang berpotensi membentuk persepsi publik secara sistematis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika lembaga memiliki otoritas untuk berbicara, maka ia juga punya kekuatan mendefinisikan kebenaran. Di situ publik harus waspada,” ujarnya.

Pendekatan teori relasi kuasa ala Michel Foucault memperkuat pembacaan ini. Dalam perspektif tersebut, setiap pernyataan institusi bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga alat produksi kebenaran yang dapat menentukan siapa yang dianggap bersalah dan siapa yang memperoleh legitimasi.

Selain itu, konsep hegemoni Antonio Gramsci juga dinilai relevan. Dominasi, menurutnya, tidak selalu hadir dalam bentuk tekanan langsung, melainkan melalui persetujuan yang dibangun secara perlahan lewat pengulangan narasi. Dalam konteks ini, penggiringan opini yang terus-menerus menempatkan pengurus lama sebagai sumber masalah dikhawatirkan menciptakan “kebenaran yang diterima” tanpa pengujian menyeluruh.

Indikasi tersebut terlihat dari pemilihan isu yang disorot ke publik. Persoalan administratif seperti wisuda dan layanan akademik kerap dikaitkan dengan pengurus lama, sementara faktor struktural lain yang turut memicu krisis dinilai kurang mendapat perhatian.

Baca Juga:  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah narasi yang berkembang benar-benar diarahkan untuk menyelesaikan konflik, atau justru mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih substansial?

Sejumlah pihak menilai, fokus berlebihan pada satu aktor berpotensi menutupi dinamika kekuasaan yang lebih luas. Konflik yayasan disebut tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam jaringan kepentingan yang melibatkan banyak pihak dengan agenda berbeda.

“Yang berbahaya bukan hanya konfliknya, tapi bagaimana konflik itu diceritakan,” tambah pengamat tersebut.

Di sisi lain, mahasiswa yang terdampak justru berada di posisi rentan. Persoalan administratif yang mereka alami kerap diangkat ke ruang publik, namun tidak jarang dijadikan legitimasi moral untuk memperkuat tudingan terhadap pihak tertentu, alih-alih mendorong solusi komprehensif.

Dalam situasi ini, netralitas lembaga menjadi sorotan krusial. Ketika institusi yang diharapkan menjadi mediator justru dianggap terlibat dalam pembentukan narasi yang tidak berimbang, maka kepercayaan publik terhadap proses penyelesaian konflik berisiko tergerus.

Pengamat menegaskan, penyelesaian konflik Yayasan Darma Agung tidak dapat bergantung pada dominasi wacana semata. Diperlukan langkah konkret melalui mekanisme hukum yang transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi kepentingan, agar seluruh pihak memperoleh keadilan yang proporsional.

Jika tidak, publik akan terus disuguhi pertarungan narasi tanpa kepastian kebenaran. Dalam kondisi tersebut, pertanyaan yang tersisa menjadi semakin tajam: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari cerita yang sedang dibangun?

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara Jabar Didorong Perkuat Sinergi dengan Gubernur dan Aparat Penegak Hukum
Rapat Konsolidasi HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus 2026–2030, Dorong Agenda Strategis Kepulauan Nias
Aroma Damai Kasus Kekerasan Anak, Kinerja Penyidik PPA Polda Sumut Dipertanyakan.
Laporan Mandek Hampir Setahun, Kinerja Polsek Lolowau Disorot Publik
Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan Negara
Pemerintah Tegas Berantas Korupsi, Setor Rp. 31,3 Triliun ke Negara dan Jaga Stabilitas Nasional
Pemkab Tapanuli Utara Turun Langsung, Awasi Harga dan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pasar Tarutung
Bupati Taput Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi Aset Saat Pimpin Senam Bersama
Berita ini 15 kali dibaca
Narasi yang berkembang dalam konflik Yayasan Darma Agung dinilai tidak sepenuhnya merepresentasikan kompleksitas persoalan. Penekanan pada satu pihak berpotensi menggiring opini publik dan mengaburkan akar masalah yang lebih luas. Tanpa transparansi dan netralitas, penyelesaian konflik dikhawatirkan hanya akan menjadi pertarungan wacana, bukan pencarian keadilan.

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 14:25 WIB

Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara Jabar Didorong Perkuat Sinergi dengan Gubernur dan Aparat Penegak Hukum

Senin, 13 April 2026 - 05:59 WIB

Rapat Konsolidasi HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus 2026–2030, Dorong Agenda Strategis Kepulauan Nias

Sabtu, 11 April 2026 - 08:01 WIB

Aroma Damai Kasus Kekerasan Anak, Kinerja Penyidik PPA Polda Sumut Dipertanyakan.

Sabtu, 11 April 2026 - 06:55 WIB

Laporan Mandek Hampir Setahun, Kinerja Polsek Lolowau Disorot Publik

Sabtu, 11 April 2026 - 03:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan Negara

Berita Terbaru