Jakarta // mabestv.com — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan arah konsolidasi kekuasaan negara di sektor hukum, pengawasan publik, dan diplomasi luar negeri dengan melantik sejumlah pejabat strategis di Istana Kepresidenan, Jumat (10/4/2026).
Dalam satu rangkaian seremoni yang sarat makna politik dan tata kelola negara, Presiden secara resmi mengangkat Hakim Konstitusi, pimpinan dan anggota Ombudsman RI, serta seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP).
Nama yang dilantik sebagai Hakim Konstitusi adalah Liliek Prisbawono Adi, posisi krusial yang akan menentukan arah putusan-putusan konstitusional di tengah dinamika politik nasional yang kian kompleks.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, sektor pengawasan pelayanan publik diperkuat dengan pelantikan Hery Susanto sebagai Ketua merangkap Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031, didampingi Rahmadi Indra Tektona sebagai Wakil Ketua. Bersama tujuh anggota lainnya — Abdul Ghoffar, Fikri Yasin, Maneger Nasution, Nuzran Joher, Partono, Robertus Na Endi Jaweng, dan Syafrida Rahmawati Rasahan — mereka memikul tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan publik bebas dari maladministrasi.
Di ranah diplomasi, Presiden menunjuk Andi Rahadian sebagai Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman, dengan penempatan di Muskat. Penugasan ini dinilai strategis di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang terus berkembang.
Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan, menandai legitimasi penuh negara atas para pejabat yang kini resmi mengemban amanah. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan sebagai simbol dimulainya tugas konstitusional masing-masing.
Pelantikan ini tidak sekadar seremoni administratif, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah tengah memperkuat fondasi pengawasan, penegakan konstitusi, dan hubungan internasional secara simultan.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diikuti para tamu undangan, dalam suasana yang mencerminkan soliditas dan kesinambungan pemerintahan.
Langkah ini menjadi indikator penting arah pemerintahan Prabowo: mempertegas kontrol negara, memperkuat institusi pengawas, dan memperluas pengaruh diplomasi Indonesia di panggung global.














