Jakarta // mabestv.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan dinamika global. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jumat (10/4).
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, langkah konkret pemberantasan pelanggaran hukum terus menunjukkan hasil signifikan. Terbaru, aparat berhasil menyerahkan uang tunai sebesar Rp11,4 triliun ke kas negara dari denda pelanggaran di kawasan hutan.
Seskab Teddy mengungkapkan, sejak dibentuknya Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tahun lalu, total dana yang telah dikembalikan ke negara mencapai Rp31,3 triliun, ditambah pengamanan aset bernilai Rp370 triliun. Angka tersebut menjadi indikator kuat keseriusan pemerintah dalam menindak praktik korupsi dan pelanggaran sumber daya alam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukti nyata bahwa negara hadir dan tegas terhadap pelanggaran hukum, terutama yang merugikan kekayaan negara,” tegas Teddy.
Di sisi lain, pemerintah juga membantah keras narasi yang menyebut Indonesia berada dalam kondisi “chaos” atau tidak stabil. Menurut Teddy, kondisi nasional justru menunjukkan arah yang terkendali dan terukur.
Beberapa indikator utama yang disampaikan antara lain :
- Harga BBM subsidi tetap stabil tanpa kenaikan meski tekanan geopolitik global meningkat.
- Indikator makro ekonomi bergerak ke arah positif dan optimistis.
- Daya beli masyarakat tetap terjaga.
- Stabilitas harga kebutuhan pokok selama dua periode Lebaran terjamin, disertai kelancaran arus mudik.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil berbasis data dan pengukuran yang akurat, bukan asumsi.
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.














