Jalan Rusak Bertahun-Tahun di Desa Bandur Picak Dikeluhkan Warga, Minta Perhatian Serius Pemerintah

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampar // mabestv.com Kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, kembali menuai sorotan. Kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu dinilai semakin parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang melintas setiap harinya.

Rabu (25/03/2026), keluhan warga kembali mencuat. Jalan yang berlubang, berlumpur saat hujan, serta berdebu di musim kemarau membuat mobilitas warga terganggu. Tidak hanya menyulitkan, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah. Padahal, jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lama sekali jalan ini rusak, tapi belum ada perbaikan yang berarti. Kami setiap hari harus melewati jalan ini dengan penuh risiko,” ungkap salah satu warga setempat.
Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan jalan juga berdampak pada distribusi hasil pertanian warga yang menjadi lebih lambat dan berisiko mengalami kerugian. Kondisi ini tentu semakin membebani masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Baca Juga:  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jalan yang ada. Mereka juga meminta agar perbaikan infrastruktur tersebut diprioritaskan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan tersebut, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Penulis : Tim redaksi

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo–Putin Bahas Energi hingga Investasi, Pertemuan 5 Jam di Kremlin Perkuat Arah Strategis RI–Rusia
Kemensos–Kemenkop Satukan Langkah: Bansos Tak Lagi Sekadar Bantuan, Tapi Jalan Menuju Kemandirian
Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara Jabar Didorong Perkuat Sinergi dengan Gubernur dan Aparat Penegak Hukum
Rapat Konsolidasi HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus 2026–2030, Dorong Agenda Strategis Kepulauan Nias
Aroma Damai Kasus Kekerasan Anak, Kinerja Penyidik PPA Polda Sumut Dipertanyakan.
Laporan Mandek Hampir Setahun, Kinerja Polsek Lolowau Disorot Publik
Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan Negara
Pemerintah Tegas Berantas Korupsi, Setor Rp. 31,3 Triliun ke Negara dan Jaga Stabilitas Nasional
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 03:55 WIB

Prabowo–Putin Bahas Energi hingga Investasi, Pertemuan 5 Jam di Kremlin Perkuat Arah Strategis RI–Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 03:17 WIB

Kemensos–Kemenkop Satukan Langkah: Bansos Tak Lagi Sekadar Bantuan, Tapi Jalan Menuju Kemandirian

Senin, 13 April 2026 - 14:25 WIB

Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara Jabar Didorong Perkuat Sinergi dengan Gubernur dan Aparat Penegak Hukum

Senin, 13 April 2026 - 05:59 WIB

Rapat Konsolidasi HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus 2026–2030, Dorong Agenda Strategis Kepulauan Nias

Sabtu, 11 April 2026 - 08:01 WIB

Aroma Damai Kasus Kekerasan Anak, Kinerja Penyidik PPA Polda Sumut Dipertanyakan.

Berita Terbaru