Kabupaten Nias // mabestv.com — 23 mei 2026, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Nias bersama kelompok masyarakat “Rakyat Nias Bersuara” yang digelar di ruang rapat DPRD Kabupaten Nias pada Senin (18/05/2026) pukul 14.00 WIB, menyisakan sorotan tajam dari masyarakat.
RDP yang membahas persoalan penting terkait pengelolaan keuangan daerah itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo, dan dihadiri lima anggota DPRD lainnya serta tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Nias.
Namun, forum yang seharusnya menjadi ruang serius antara rakyat dan wakilnya justru diwarnai kekecewaan besar akibat ketidakhadiran sebagian besar anggota DPRD Kabupaten Nias, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketidakhadiran para pejabat tersebut dinilai masyarakat sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap aspirasi rakyat kecil dan mencerminkan lemahnya tanggung jawab dalam menjalankan fungsi pelayanan publik serta pengawasan pemerintahan.
“RDP ini sangat penting karena membahas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Nias. Tapi justru banyak wakil rakyat yang tidak hadir. Ini menunjukkan mereka tidak menghargai masyarakat,” ungkap salah satu penggerak “Rakyat Nias Bersuara”, Frenki, dengan nada kecewa.
Frenki menilai, absennya puluhan anggota DPRD dalam forum resmi itu menjadi bukti bahwa lembaga legislatif Kabupaten Nias belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, DPRD seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendengar aspirasi rakyat dan mengawasi penggunaan setiap rupiah anggaran negara yang dikelola pemerintah daerah.
“DPRD yang baik adalah DPRD yang mendengarkan dan melayani setiap aspirasi masyarakat serta mengawasi keuangan negara dengan benar. Tapi kami tidak merasakan itu di DPRD Kabupaten Nias,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan, apabila berbagai persoalan yang telah dipaparkan dalam materi RDP tidak segera ditindaklanjuti secara serius, maka masyarakat akan kembali mengingatkan DPRD melalui aksi unjuk rasa.
“Kalau tidak ada tindakan nyata dari DPRD Kabupaten Nias, maka kami pastikan masyarakat akan turun melakukan aksi demonstrasi,” lanjutnya.
Meski demikian, usai pelaksanaan RDP, Koordinator “Rakyat Nias Bersuara”, Fati Zai, tetap menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Nias yang dinilai telah membuka ruang dialog bagi masyarakat hingga malam hari.
Fati Zai mengucapkan terima kasih kepada Sabayuti Gulo karena telah menerima masyarakat dan memberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan daerah secara terbuka hingga pukul 22.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, Fati juga mendesak agar DPRD segera mendorong audit terhadap pengelolaan keuangan tujuh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias demi terciptanya transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
“Kami berharap persoalan ini segera ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Nias. Rakyat butuh jawaban dan tindakan nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.
Penulis : Arvil laoli
Editor : Redaksi














