Kapolres Nias Dinilai Minim Prestasi, Deretan Kasus Viral Belum Tuntas Tuai Sorotan Publik

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias // mabestv.com Kinerja Polres Nias kembali menjadi sorotan tajam publik setelah sejumlah kasus viral yang terjadi di wilayah Kabupaten Nias Utara dinilai belum mampu dituntaskan secara maksimal. Kritik keras itu disampaikan oleh Silsilah K.P.A Halawa, S.H., C.PP, yang menilai kepemimpinan aparat penegak hukum di daerah tersebut lebih menonjolkan pencitraan dibandingkan hasil kerja nyata di lapangan. (26/05/2026)

Menurut Silsilah, dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah kasus besar yang menyita perhatian masyarakat luas, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan ataupun kepastian hukum yang jelas kepada publik.

“Kapolres Nias dinilai terlalu banyak gaya dan pencitraan, tetapi minim pembuktian dalam pengungkapan kasus. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar seremonial dan publikasi,” tegas Silsilah kepada wartawan, Selasa (26/05/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan tersebut mengarah pada sedikitnya tiga peristiwa yang sempat viral dan mengundang perhatian masyarakat, yakni insiden warga diterkam buaya di wilayah Turezouliho, penemuan mayat di Sungai Batoto, serta kasus kematian seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Peristiwa tragis warga diterkam buaya di wilayah Turezouliho sebelumnya sempat menimbulkan keresahan luas, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai. Warga menilai hingga kini belum terlihat langkah konkret maupun solusi preventif yang mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga:  Forum SINERGI Soroti Lambannya Penanganan Sejumlah Perkara, Dorong Transparansi dan Kepastian Hukum di Polres Nias

Tak hanya itu, publik juga dihebohkan dengan penemuan mayat di Sungai Batoto yang sampai saat ini dinilai belum terungkap secara terang-benderang. Minimnya informasi perkembangan kasus dari aparat kepolisian memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, kasus kematian seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi turut menjadi perhatian serius publik. Dugaan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut membuat masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap fakta sebenarnya.

Silsilah menegaskan bahwa masyarakat Nias Utara membutuhkan aparat penegak hukum yang benar-benar hadir memberikan rasa aman, bukan sekadar tampil dalam kegiatan formalitas semata.

“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Jika kasus demi kasus terus menjadi misteri tanpa kepastian hukum, maka sangat wajar masyarakat mempertanyakan kapasitas dan keseriusan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran di wilayah hukum Polres Nias agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak semakin menurun.

Menurutnya, penegakan hukum yang lamban dan minim transparansi berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat serta memperburuk citra institusi kepolisian di mata publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Nias belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan sorotan yang disampaikan tersebut.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Silsilah K.P.A Halawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir
Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja
DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tegaskan Integritas serta Pelayanan Prima untuk Masyarakat
Seskab Teddy Bekali 1.600 Taruna Akmil, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Jiwa Pengabdian
Satgas PKH Perkuat Penertiban Kawasan Hutan, Menhan Sjafrie Pimpin Evaluasi Strategis Lintas Kementerian
HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus Baru, Siapkan Langkah Strategis Perkuat Organisasi dan Perjuangan Masyarakat Nias
Tim Kuasa Hukum Penuhi Panggilan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Sumut, Dugaan Upah di Bawah UMK PT Laris Cargo Masuk Tahap Pemeriksaan.
Berita ini 51 kali dibaca
Sorotan terhadap kinerja Polres Nias menunjukkan adanya keresahan masyarakat terhadap penanganan sejumlah kasus viral yang dinilai belum memberikan kepastian hukum secara jelas. Kritik yang disampaikan menjadi bentuk harapan publik agar aparat penegak hukum lebih mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan kerja nyata dalam mengungkap setiap kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Masyarakat berharap institusi kepolisian mampu hadir sebagai pelindung dan pengayom yang memberikan rasa aman, serta membangun kembali kepercayaan publik melalui langkah cepat, tegas, dan terukur dalam penegakan hukum di wilayah Kepulauan Nias.

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:54 WIB

GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:27 WIB

Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja

Selasa, 14 Juli 2026 - 03:20 WIB

DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut

Senin, 13 Juli 2026 - 14:51 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tegaskan Integritas serta Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026 - 11:39 WIB

Seskab Teddy Bekali 1.600 Taruna Akmil, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Jiwa Pengabdian

Berita Terbaru