Nias // mabestv.com — Kinerja Polres Nias kembali menjadi sorotan tajam publik setelah sejumlah kasus viral yang terjadi di wilayah Kabupaten Nias Utara dinilai belum mampu dituntaskan secara maksimal. Kritik keras itu disampaikan oleh Silsilah K.P.A Halawa, S.H., C.PP, yang menilai kepemimpinan aparat penegak hukum di daerah tersebut lebih menonjolkan pencitraan dibandingkan hasil kerja nyata di lapangan. (26/05/2026)
Menurut Silsilah, dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah kasus besar yang menyita perhatian masyarakat luas, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan ataupun kepastian hukum yang jelas kepada publik.
“Kapolres Nias dinilai terlalu banyak gaya dan pencitraan, tetapi minim pembuktian dalam pengungkapan kasus. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar seremonial dan publikasi,” tegas Silsilah kepada wartawan, Selasa (26/05/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan tersebut mengarah pada sedikitnya tiga peristiwa yang sempat viral dan mengundang perhatian masyarakat, yakni insiden warga diterkam buaya di wilayah Turezouliho, penemuan mayat di Sungai Batoto, serta kasus kematian seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.
Peristiwa tragis warga diterkam buaya di wilayah Turezouliho sebelumnya sempat menimbulkan keresahan luas, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai. Warga menilai hingga kini belum terlihat langkah konkret maupun solusi preventif yang mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Tak hanya itu, publik juga dihebohkan dengan penemuan mayat di Sungai Batoto yang sampai saat ini dinilai belum terungkap secara terang-benderang. Minimnya informasi perkembangan kasus dari aparat kepolisian memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, kasus kematian seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi turut menjadi perhatian serius publik. Dugaan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut membuat masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap fakta sebenarnya.
Silsilah menegaskan bahwa masyarakat Nias Utara membutuhkan aparat penegak hukum yang benar-benar hadir memberikan rasa aman, bukan sekadar tampil dalam kegiatan formalitas semata.
“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Jika kasus demi kasus terus menjadi misteri tanpa kepastian hukum, maka sangat wajar masyarakat mempertanyakan kapasitas dan keseriusan aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ia juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran di wilayah hukum Polres Nias agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak semakin menurun.
Menurutnya, penegakan hukum yang lamban dan minim transparansi berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat serta memperburuk citra institusi kepolisian di mata publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Nias belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan sorotan yang disampaikan tersebut.
Penulis : Tim/red
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Silsilah K.P.A Halawa














