DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan // mabestv.com Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kota Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara menuai sorotan keras dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan. Organisasi mahasiswa tersebut mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia untuk segera mengambil tanggung jawab atas kondisi yang dinilai telah merugikan masyarakat luas. (14/07/2026)

Kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebut telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama kelompok yang menggantungkan penghasilannya pada ketersediaan bahan bakar setiap hari.

Sekretaris DPC GMNI Medan, Felix Pendrianus Halawa, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai gangguan distribusi biasa. Menurutnya, ketersediaan energi merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin oleh negara sesuai amanat konstitusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang menjadi korban dari kelangkaan BBM ini adalah rakyat. Sopir angkutan, ojek online, nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang setiap hari bergantung pada BBM untuk bekerja. Karena itu, Menteri ESDM dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak boleh saling melempar tanggung jawab. Mereka harus bertanggung jawab penuh atas persoalan ini,” tegas Felix.

Ia menilai Menteri ESDM memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan kebijakan energi nasional berjalan efektif hingga ke daerah. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebagai pihak yang bertugas menjalankan distribusi BBM di wilayah Sumatera dinilai wajib menjamin pasokan tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat tanpa hambatan.

Baca Juga:  Wali Kota Gunungsitoli Resmi Buka Seleksi Paskibraka 2026, Tegaskan Disiplin dan Integritas Generasi Muda

Menurut Felix, masyarakat tidak membutuhkan alasan ataupun penjelasan yang berlarut-larut, melainkan solusi nyata agar distribusi BBM kembali normal.

“Rakyat tidak membutuhkan alasan ataupun pembenaran. Rakyat membutuhkan kepastian bahwa BBM tersedia dan dapat diperoleh tanpa harus mengantre berjam-jam. Kegagalan menjamin distribusi energi merupakan bentuk pengabaian terhadap hak-hak rakyat,” ujarnya.

DPC GMNI Medan juga meminta pemerintah pusat dan Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Sumatera Utara. Selain itu, mereka mendesak agar dilakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya kelalaian maupun penyimpangan yang menyebabkan terganggunya pasokan BBM di lapangan.

Sebagai organisasi perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai Marhaenisme, GMNI Medan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga masyarakat kembali memperoleh akses BBM secara normal. Mereka menilai energi merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh menjadi barang langka di tengah aktivitas ekonomi rakyat yang terus berjalan.

DPC GMNI Medan menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan kepastian, perlindungan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam sektor energi. Ketersediaan BBM bukan sekadar persoalan distribusi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup dan kesejahteraan rakyat.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Sekretaris DPC GMNI Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir
Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tegaskan Integritas serta Pelayanan Prima untuk Masyarakat
Seskab Teddy Bekali 1.600 Taruna Akmil, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Jiwa Pengabdian
Satgas PKH Perkuat Penertiban Kawasan Hutan, Menhan Sjafrie Pimpin Evaluasi Strategis Lintas Kementerian
HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus Baru, Siapkan Langkah Strategis Perkuat Organisasi dan Perjuangan Masyarakat Nias
Tim Kuasa Hukum Penuhi Panggilan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Sumut, Dugaan Upah di Bawah UMK PT Laris Cargo Masuk Tahap Pemeriksaan.
Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Indonesia Ukir Sejarah Baru Menuju Kedaulatan Energi Nasional
Berita ini 31 kali dibaca
Kelangkaan BBM di Medan dan sejumlah wilayah Sumatera Utara telah memicu keresahan masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi berbagai sektor. DPC GMNI Medan mendesak Menteri ESDM dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera mengambil langkah konkret, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memastikan distribusi BBM kembali normal demi melindungi hak dan kepentingan rakyat. Energi, menurut GMNI, adalah kebutuhan dasar yang wajib dijamin negara bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:54 WIB

GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:27 WIB

Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja

Selasa, 14 Juli 2026 - 03:20 WIB

DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut

Senin, 13 Juli 2026 - 14:51 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tegaskan Integritas serta Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026 - 11:39 WIB

Seskab Teddy Bekali 1.600 Taruna Akmil, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Jiwa Pengabdian

Berita Terbaru