Gunungsitoli // mabestv.com — Sowa’a Laoli secara resmi membuka seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 sekaligus melantik panitia pelaksana, dalam sebuah agenda yang sarat pesan pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (14/4).
Didampingi Sekretaris Daerah Andhika Perdana Laoly, Wali Kota menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian strategis dalam membangun mental, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme generasi muda di Kota Gunungsitoli.
Momentum ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Gunungsitoli ke-348 yang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Menuju Gunungsitoli Hebat”. Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan melalui sinergi seluruh elemen, termasuk para pelajar yang menjadi calon Paskibraka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para peserta Paskibraka adalah simbol semangat kolaborasi. Kalian datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh satu tujuan: mengabdi kepada bangsa dan daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan serius dan penuh tanggung jawab. Nilai disiplin, loyalitas, dan integritas, menurutnya, adalah fondasi utama yang harus dimiliki setiap anggota Paskibraka.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan serta penyematan tanda kepada panitia seleksi, yang dipimpin langsung oleh Sekda sebagai Ketua Panitia. Struktur kepanitiaan turut diperkuat oleh unsur pemerintah daerah, termasuk Wakil Wali Kota sebagai Wakil Pembina.
Seleksi tahun ini melibatkan tim profesional dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri hingga tenaga kesehatan, guna memastikan proses berjalan objektif, transparan, dan menghasilkan kandidat terbaik. Kehadiran tim lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan kesehatan.
Selain itu, jajaran pelatih yang berasal dari Kodim 0213/Nias dan satuan Brimob turut dilibatkan untuk membentuk kedisiplinan serta ketahanan mental para calon Paskibraka.
Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan terukur ini, akan lahir putra-putri terbaik daerah yang mampu menjadi teladan, tidak hanya saat mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber Berita: Pemko Gunungsitoli














