Nias Utara // mabestv.com — Peringatan Hari Pramuka yang digelar di Bumi Perkemahan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, mendapat sorotan tajam dari Ketua Elemen Muda Nias Utara (ELDARA), Silsilah K.P.A. Halawa. (12/08/2026)
Sorotan tersebut mencuat setelah muncul dugaan bahwa sejumlah siswa tetap diarahkan berdiri tegap di lapangan ketika hujan mengguyur lokasi kegiatan. Kondisi itu dinilai memunculkan pertanyaan serius mengenai sejauh mana keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas dalam kegiatan resmi yang melibatkan pelajar.
Silsilah Halawa menilai, kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter seharusnya tidak mengorbankan kenyamanan, kesehatan, apalagi keselamatan anak-anak hanya demi mempertahankan jalannya sebuah seremoni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat ironis ketika anak-anak dipaksa berdiri tegap di bawah hujan demi suksesnya seremoni, sementara para pejabat, pembina, dan pelatih justru berada di dalam tenda. Ini bukan pendidikan karakter, tetapi bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi peserta didik,” tegas Silsilah K.P.A. Halawa.
Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan semestinya tercermin melalui keteladanan para pembina dan pemimpin. Kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui instruksi kepada peserta, tetapi juga melalui keberanian mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan.
Ia mempertanyakan pertimbangan panitia yang tetap mempertahankan peserta didik berada di lapangan ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.
“Jangan jadikan siswa sebagai alat untuk menyukseskan acara seremonial. Anak-anak bukan pajangan upacara. Mereka adalah peserta didik yang harus dilindungi,” ujarnya.
Silsilah menegaskan, keberhasilan sebuah kegiatan tidak semestinya hanya diukur dari terlaksananya susunan acara hingga selesai. Aspek keselamatan peserta, kesiapan lokasi, kondisi cuaca, serta langkah antisipasi terhadap keadaan darurat juga harus menjadi bagian penting dari evaluasi penyelenggaraan kegiatan.
Atas persoalan tersebut, ELDARA meminta Kwartir Pramuka Nias Utara, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kabupaten Nias Utara melakukan evaluasi secara terbuka terhadap pelaksanaan kegiatan Hari Pramuka di Tugala Oyo.
Evaluasi dinilai penting bukan untuk mencari kesalahan semata, melainkan memastikan kegiatan serupa ke depan benar-benar mengedepankan prinsip perlindungan terhadap peserta didik.
Sorotan ini juga menjadi perhatian di tengah masyarakat. Ketegasan terhadap peserta memang diperlukan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi ketegasan tidak boleh berubah menjadi pengabaian terhadap kondisi fisik dan keselamatan anak-anak.
Pramuka bukan sekadar baris-berbaris, seragam, upacara, dan seremoni. Pramuka adalah pendidikan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian, serta keteladanan.
Karena itu, ketika hujan turun dan peserta didik tetap harus bertahan di lapangan sementara sebagian pihak dapat berlindung di dalam tenda, pertanyaan publik menjadi wajar: apakah seremoni lebih penting daripada keselamatan anak-anak?
Pemerintah dan pihak penyelenggara diharapkan tidak defensif terhadap kritik tersebut. Justru kritik publik harus menjadi bahan evaluasi agar setiap kegiatan yang melibatkan pelajar tidak hanya sukses secara acara, tetapi juga sukses dalam memberikan perlindungan dan keteladanan.
Jangan sampai semangat Hari Pramuka justru meninggalkan kesan bahwa siswa harus berkorban demi sebuah seremoni. Sebab pendidikan karakter yang sesungguhnya dimulai dari contoh nyata para pemimpinnya: melindungi, peduli, dan berani mengambil keputusan demi keselamatan peserta didik.
Penulis : Redaksi
Sumber Berita: Ketua Elemen Muda Nias Utara














