GRIB Jaya Jambi Kritik Ketimpangan Sosial dan Kebijakan Dinilai Tak Pro-Rakyat, Desak Al Haris Mundur

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi // Mabestv.com Ratusan anggota organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya DPD Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (10/9/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi Al Haris. Massa menilai masih terdapat berbagai persoalan daerah yang belum mendapatkan penyelesaian secara maksimal dan berdampak terhadap kepentingan masyarakat.

Humas GRIB Jaya Jambi, Aprianysh, dalam keterangannya menyoroti sejumlah persoalan yang menurut pihaknya menunjukkan adanya ketimpangan dalam tata kelola pemerintahan dan kebijakan pembangunan di Provinsi Jambi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut persoalan yang menjadi perhatian massa antara lain dugaan aktivitas pertambangan ilegal, persoalan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kualitas udara, tata kelola pemerintahan, hingga transparansi dan akuntabilitas penggunaan APBD Provinsi Jambi.

“GRIB Jaya menilai pemerintah harus lebih serius menyelesaikan persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujar Aprianysh dalam aksi tersebut.

Desak Pemeriksaan dan Transparansi

Salah satu tuntutan yang disuarakan massa adalah agar dugaan persoalan terkait perizinan dan aktivitas pertambangan batubara ilegal di Jambi mendapat pemeriksaan dari aparat penegak hukum maupun lembaga berwenang.

GRIB Jaya juga mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBD Provinsi Jambi. Massa meminta seluruh kebijakan dan penggunaan anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

Selain persoalan pertambangan, massa turut mengkritik ketimpangan sosial serta sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

Baca Juga:  Pelaku Mutilasi Tiga Mahasiswi di Padang Pariaman Divonis Hukuman Mati.

Massa bahkan menyinggung dugaan adanya pengaruh kepentingan kelompok tertentu atau oligarki dalam proses pengambilan kebijakan pemerintahan. Namun, tudingan tersebut merupakan pandangan dan aspirasi massa aksi yang masih memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Gubernur Tidak Berada di Lokasi

Saat aksi berlangsung, Gubernur Jambi Al Haris dikabarkan tidak berada di Kantor Gubernur Jambi. Situasi tersebut menjadi perhatian massa yang berharap dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepala daerah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dari Polda Jambi untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Massa GRIB Jaya menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Mereka meminta DPRD Provinsi Jambi menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat.

GRIB Jaya: Jika Tidak Mampu, Mundur

Dalam tuntutannya, GRIB Jaya Jambi mendesak agar Gubernur Al Haris dievaluasi dan diperiksa terkait berbagai persoalan yang mereka soroti, khususnya dugaan persoalan pertambangan batubara ilegal.

Massa juga menyampaikan tuntutan politik agar Al Haris mundur dari jabatan Gubernur Jambi apabila dinilai tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan daerah.

“Kalau pemerintah tidak mampu menyelesaikan persoalan daerah dan kebijakan tidak berpihak kepada rakyat, maka kami meminta Gubernur Jambi bertanggung jawab secara politik dan pemerintahan,” tegas massa dalam aksi.

GRIB Jaya menilai kepemimpinan daerah harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, kepatuhan terhadap aturan, transparansi anggaran, serta keberanian menindak persoalan yang merugikan rakyat.

Penulis : M. Harefa

Editor : Redaski

Sumber Berita: Humas Grip Jaya Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Revitalisasi ±Rp300 Juta Sudah Cair, Progres Fisik SD Negeri Ormol Diklaim Masih 0 Persen, Kepsek Terancam Dilaporkan
Pencarian Hari Kelima, Lima Jurnalis dan Tiga ABK Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan
Satresnarkoba Polres Nias Ungkap Peredaran Sabu 22,70 Gram, Dua Pria Diamankan
Diduga Berkedok Petugas PLN, Kabel JTR Sepanjang 200 Meter Hilang di Nias
Heboh..!!! Dugaan Dokumen dan Tanda Tangan Palsu Bermasalah, Dosen Universitas Swasta di Kota Medan Berinisial E.H.Z. Dilaporkan ke Polda Sumut, Rektor Diminta Bertindak
Mantan Wakil Bupati Nias periode 2011–2021 berinisial AW Di duga Ikut Terlibat Memalsukan Tanda Tangan Dokumen Kofipindo, Kasus Dilaporkan ke Poldasu.
Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Muara Tabir, Kapolres Tebo Tekankan Penguatan Kinerja dan Pelayanan Publik
Kabandiklat Kejaksaan RI Harli Siregar Buka Diklat KUHP dan KUHAP Baru di Medan, Tegaskan Jaksa Wajib Kuasai Hukum dan Junjung HAM
Berita ini 7 kali dibaca
Aksi GRIB Jaya Jambi menjadi bentuk tekanan publik terhadap Pemerintah Provinsi Jambi agar lebih terbuka dan serius menjawab berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Desakan pemeriksaan dan tuntutan mundur terhadap Gubernur Al Haris merupakan sikap politik massa aksi. Namun, seluruh tudingan terkait dugaan pertambangan ilegal, penyalahgunaan kewenangan, maupun dugaan kepentingan oligarki perlu dibuktikan melalui proses hukum dan mekanisme pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang. Mabestv.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Gubernur Jambi Al Haris maupun Pemerintah Provinsi Jambi atas seluruh aspirasi dan tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:23 WIB

Dana Revitalisasi ±Rp300 Juta Sudah Cair, Progres Fisik SD Negeri Ormol Diklaim Masih 0 Persen, Kepsek Terancam Dilaporkan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:58 WIB

Pencarian Hari Kelima, Lima Jurnalis dan Tiga ABK Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan

Sabtu, 12 September 2026 - 06:11 WIB

GRIB Jaya Jambi Kritik Ketimpangan Sosial dan Kebijakan Dinilai Tak Pro-Rakyat, Desak Al Haris Mundur

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIB

Satresnarkoba Polres Nias Ungkap Peredaran Sabu 22,70 Gram, Dua Pria Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 12:56 WIB

Diduga Berkedok Petugas PLN, Kabel JTR Sepanjang 200 Meter Hilang di Nias

Berita Terbaru