Jakarta // mabestv.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Langkah ini difokuskan terutama pada wilayah yang rawan banjir dan longsor, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan sesudah Hari Raya. (25/03/2026)
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan pentingnya kesiapsiagaan Satuan Tugas (Satgas) Bencana yang ditempatkan di berbagai pos terpadu. Kesiapan tersebut mencakup aspek personel, peralatan, hingga dukungan sarana dan prasarana guna merespons secara cepat apabila terjadi situasi darurat.
“Saya pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh Satgas Bencana yang ada di pos-pos terpadu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya apabila terjadi potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG,” ujar Kapolri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain fokus pada mitigasi bencana, pengamanan di lokasi wisata juga menjadi perhatian utama. Kapolri menekankan agar seluruh pengelola tempat wisata, khususnya wisata air, memastikan kapasitas pengunjung serta perlengkapan keselamatan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tengah meningkatnya kunjungan masyarakat selama masa libur panjang.
Operasi Ketupat sendiri merupakan agenda tahunan yang melibatkan berbagai instansi dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Dengan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.
Langkah antisipatif yang dilakukan Polri ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus memastikan perayaan Idulfitri berlangsung dengan lancar, tertib, dan selamat di seluruh wilayah Indonesia.
Penulis : Julius Giawa
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Divisi Humas Polri














