Warga Ngamuk, Babi Diduga Ilegal Dibakar di Tengah Jalan Gunungsitoli

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 02:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli, Sumatera Utara // mabestv.com – Kemarahan warga memuncak setelah terungkap dugaan praktik peredaran babi ilegal di Kota Gunungsitoli. Aksi spontan pun terjadi, dengan pembakaran hewan ternak di tengah jalan raya dan area penampungan, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Insiden ini berawal dari penggerebekan yang dilakukan warga pada dini hari di wilayah Sisarahili Gamo, Kecamatan Gunungsitoli. Dalam penggerebekan tersebut, warga menemukan puluhan hingga ratusan ekor babi yang tengah dibongkar dari kapal ikan. Hewan-hewan itu diduga kuat masuk dari luar Kepulauan Nias tanpa melalui prosedur resmi dan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan.

Emosi Memuncak, Jalan Raya Jadi Lokasi Pembakaran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penemuan tersebut langsung menyulut emosi warga. Ratusan orang memadati lokasi dan sempat menguasai badan jalan, menciptakan situasi tegang. Dalam aksi yang berlangsung di tengah kerumunan, sedikitnya lima ekor babi dibakar di lokasi terbuka.

Aksi tersebut menyebabkan gangguan arus lalu lintas dan menarik perhatian pengguna jalan. Bangkai hewan yang hangus terbakar terlihat di tengah jalan, mempertegas eskalasi kemarahan warga yang sudah lama terpendam.

Akumulasi Kekecewaan dan Ancaman Ekonomi

Sejumlah warga menyebut, peristiwa ini merupakan puncak dari keresahan yang telah berlangsung lama. Masuknya ternak tanpa izin dinilai merugikan peternak lokal, pedagang, hingga pelaku usaha pemotongan hewan.

“Ini sudah lama terjadi. Babi masuk tanpa kontrol, harganya lebih murah, jelas mematikan usaha kami,” ujar salah satu warga.

Selain persoalan ekonomi, kekhawatiran terhadap potensi penyebaran penyakit hewan juga menjadi alasan utama. Warga menilai, masuknya ternak tanpa pemeriksaan kesehatan dapat memicu wabah yang berisiko besar bagi populasi ternak lokal.

Baca Juga:  Proyek Tebing Rp1,45 Miliar Jadi Sorotan, Aktivis Pertanyakan Kapasitas Kerabat Wawako di Lokasi

Pro dan Kontra di Tengah Masyarakat

Meski dipicu keresahan, aksi pembakaran di fasilitas umum menuai beragam reaksi. Sebagian warga menilai tindakan tersebut berlebihan dan tidak tepat dilakukan di ruang publik.

“Kemarahan bisa dimengerti, tapi membakar di jalan raya itu merusak fasilitas umum,” kritik seorang warga di lokasi.

Namun, ada pula yang membela tindakan tersebut sebagai langkah darurat untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit dari hewan yang diduga terinfeksi.

Polisi Turun Tangan, Kasus Didalami

Untuk meredam situasi, aparat Polres Nias langsung turun ke lokasi dan melakukan pengamanan. Hingga siang hari, kondisi dilaporkan mulai terkendali meski masih dalam pengawasan ketat.

Kepala Seksi Humas Polres Nias, Aipda Motivasi Gea, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun langkah hukum yang akan diambil. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri legalitas ternak dan identitas pihak yang diduga sebagai pemasok.

Desakan Penindakan Tegas

Hingga kini, identitas pelaku usaha yang diduga terlibat dalam distribusi babi ilegal tersebut belum terungkap. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk bertindak tegas dan transparan.

Kasus ini kembali membuka sorotan terhadap lemahnya pengawasan distribusi hewan ternak di wilayah kepulauan, yang tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi lokal, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat dan ketahanan peternakan.

Penulis : Arvil laoli

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Tanda Tangan Mencuat, Resmi Dilaporkan ke Polda Sumatera Utara
Kuasa Hukum Soroti Anjuran Mediator Disnaker Kota Medan, Dugaan Tanda Tangan Dipalsukan Mencuat
Warga Komplek Jl. Karya Medan Barat Keluhkan Bangunan di Pinggir Jalan, Pertanyakan Batas Tembok dan Legalitas PBG
Dana BUMDes Gedung Ketapang Disorot, Ketua LIN Datangi Kecamatan Sungkai Selatan: Siapa yang Menyusun Laporan Keuangan?
Diduga Pengelolaan Dana BOS SD Negeri 02 Sungkai Selatan Penuh Tanda Tanya, Kepala Sekolah Sulit Dikonfirmasi
Dana Pembinaan Atlet Juara Umum PORKOT 2025 Dipertanyakan, Official dan Atlet Gunungsitoli Barat Audiensi ke Camat
Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
Berita ini 58 kali dibaca
Peristiwa pembakaran babi di Gunungsitoli merupakan puncak kemarahan masyarakat terhadap dugaan peredaran ternak ilegal yang dinilai merugikan secara ekonomi dan berisiko bagi kesehatan hewan lokal. Aksi spontan warga mencerminkan akumulasi kekecewaan akibat lemahnya pengawasan distribusi ternak. Meski dilatarbelakangi kekhawatiran yang nyata, tindakan pembakaran di ruang publik memicu polemik karena dianggap melanggar ketertiban dan merusak fasilitas umum. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas, transparan, dan cepat dari aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk mengusut tuntas praktik ilegal ini, sekaligus memperkuat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

Dugaan Pemalsuan Dokumen dan Tanda Tangan Mencuat, Resmi Dilaporkan ke Polda Sumatera Utara

Jumat, 4 September 2026 - 13:20 WIB

Kuasa Hukum Soroti Anjuran Mediator Disnaker Kota Medan, Dugaan Tanda Tangan Dipalsukan Mencuat

Jumat, 4 September 2026 - 07:48 WIB

Warga Komplek Jl. Karya Medan Barat Keluhkan Bangunan di Pinggir Jalan, Pertanyakan Batas Tembok dan Legalitas PBG

Kamis, 3 September 2026 - 14:58 WIB

Dana BUMDes Gedung Ketapang Disorot, Ketua LIN Datangi Kecamatan Sungkai Selatan: Siapa yang Menyusun Laporan Keuangan?

Kamis, 3 September 2026 - 14:34 WIB

Diduga Pengelolaan Dana BOS SD Negeri 02 Sungkai Selatan Penuh Tanda Tanya, Kepala Sekolah Sulit Dikonfirmasi

Berita Terbaru