Jakarta // mabestv.com – 7 April 2026 — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar Himawan Buchari, di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin (6/4/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana Idulfitri ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi forum strategis membahas masa depan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyoroti dinamika terkini UMKM yang masih menghadapi sejumlah tantangan klasik, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan hingga rendahnya adopsi teknologi digital. Di sisi lain, peluang besar juga terbuka seiring berkembangnya ekosistem digital dan meningkatnya permintaan pasar domestik maupun global.
Ketua HIPMI Akbar Himawan Buchari menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam memperkuat fondasi UMKM. Ia menyampaikan sejumlah masukan strategis, antara lain perlunya skema pembiayaan yang lebih inklusif, percepatan transformasi digital, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha, khususnya generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dukungan yang tepat sasaran akan mendorong mereka naik kelas dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain itu, Akbar juga melaporkan rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI 2026. Agenda tersebut dinilai krusial sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan HIPMI. Pemerintah, kata dia, terus berkomitmen memperkuat sektor UMKM sebagai pilar utama perekonomian, termasuk melalui kebijakan yang mendukung akses pembiayaan, digitalisasi, dan integrasi ke rantai pasok global.
Pertemuan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.














