Kemensos–Kemenkop Satukan Langkah: Bansos Tak Lagi Sekadar Bantuan, Tapi Jalan Menuju Kemandirian

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // mabestv.com — Langkah tegas pemerintah dalam mengubah paradigma bantuan sosial mulai terlihat nyata. Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memperkuat sinergi untuk mendorong penerima Bantuan Sosial (Bansos) keluar dari ketergantungan menuju kemandirian ekonomi.

Kesepakatan strategis ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Program ini bukan sekadar wacana. Berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, pemerintah kini mengarahkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk terlibat langsung dalam aktivitas produktif melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari penerima menjadi pelaku ekonomi, dalam skema baru ini, penerima bansos tidak lagi diposisikan hanya sebagai objek bantuan. Mereka didorong untuk bekerja di koperasi, bahkan menjadi anggota aktif yang berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU). Artinya, ada peluang peningkatan pendapatan yang lebih berkelanjutan.

“Ini adalah transformasi penting. Bansos bukan lagi sekadar penyangga, tetapi menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi,” menjadi semangat utama yang diusung dalam kebijakan ini.

Baca Juga:  Tabrakan Beruntun Maut di Sibolangit, Empat Nyawa Melayang; Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Jalur Medan–Berastagi

Potensi Besar, tantangan nyata, pemerintah memproyeksikan setiap koperasi mampu menyerap sekitar 15 tenaga kerja dari kalangan penerima manfaat. Jika target 80 ribu koperasi tercapai, maka potensi lapangan kerja yang terbuka bisa menembus angka fantastis: hampir 1,4 juta orang.

Namun, di balik ambisi besar tersebut, publik tentu menanti implementasi nyata di lapangan. Pengawasan, transparansi, dan kualitas pendampingan menjadi kunci agar program ini tidak berhenti sebagai angka-angka di atas kertas.

Sorotan publik: ujian keseriusan pemerintah, program ini sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam memastikan bahwa pemberdayaan benar-benar berjalan, bukan sekadar rebranding kebijakan bansos. Tanpa pengelolaan yang profesional, risiko kegagalan tetap terbuka—mulai dari koperasi yang tidak aktif hingga minimnya keterampilan penerima manfaat.

Jika berhasil, sinergi Kemensos dan Kemenkop ini bisa menjadi model baru penanganan kemiskinan di Indonesia: dari bantuan konsumtif menuju produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Nias Selatan Sambangi Pesantren Mutiara Cahaya Qolbu, Santri Diingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online
Dukung Program Prioritas Kapolda Sumut “SI HORAS”, Kapolres Nias Selatan Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Teluk Dalam
HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Salurkan Bansos kepada Warga, Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Masyarakat
Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega
Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas
Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!
Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi
Berita ini 39 kali dibaca
Kolaborasi Kemensos dan Kemenkop menandai babak baru kebijakan sosial-ekonomi nasional. Dengan pendekatan pemberdayaan berbasis koperasi, pemerintah mencoba memutus rantai ketergantungan bansos. Kini, yang menjadi pertanyaan besar: apakah program ini akan benar-benar mengangkat kesejahteraan rakyat, atau kembali tersendat di tahap implementasi? Waktu dan pengawasan publik yang akan menjawab.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Nias Selatan Sambangi Pesantren Mutiara Cahaya Qolbu, Santri Diingatkan Bahaya Narkoba dan Judi Online

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Dukung Program Prioritas Kapolda Sumut “SI HORAS”, Kapolres Nias Selatan Pimpin Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Teluk Dalam

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:14 WIB

HUT Ke-75 Humas Polri, Polres Nias Selatan Salurkan Bansos kepada Warga, Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru