Di Istana Élysée, Presiden Prabowo Subianto Dorong Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istana Élysée // mabestv.com 29 mei 2026, Pertemuan kenegaraan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Kamis (28/05/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Prancis di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Macron sebelum keduanya melaksanakan pertemuan bilateral guna membahas arah baru kemitraan strategis kedua negara di berbagai sektor prioritas.

Pada pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk mempererat hubungan strategis dengan Republik Prancis, khususnya dalam menjaga stabilitas global, memperkuat kerja sama ekonomi, serta membangun tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia dan Prancis memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia serta memperkuat stabilitas internasional,” tegas Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan kedua pemimpin negara, di antaranya kerja sama pertahanan, pengembangan energi bersih dan transisi hijau, pendidikan, riset dan teknologi, hingga percepatan penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dinilai akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Dorong Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda Selesaikan Masalah Daerah

Presiden Prabowo juga menyambut positif pembentukan forum bisnis France-Indonesia High Level Business Council sebagai langkah konkret dalam memperkuat investasi dan hubungan perdagangan jangka panjang. Kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis di Indonesia dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional yang modern, inklusif, dan berdaya saing global.

Dalam pembahasan isu internasional, kedua kepala negara turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah yang memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan energi dunia dan rantai pasok global. Presiden Prabowo kembali menegaskan sikap konsisten Indonesia yang mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Pertemuan di Istana Élysée tersebut menandai semakin eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis, sekaligus memperlihatkan posisi Indonesia yang semakin strategis dalam percaturan geopolitik dan ekonomi global.

Penulis : Tim/red

Sumber Berita: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kinerja Polres Nias Disorot, Akun Palsu dan Hoaks Marak, Publik Pertanyakan Penegakan Hukum Siber
Pemuda Masyarakat Nias Konsolidasi Akbar, Siap Gelar Aksi di Polda Sumut Desak Evaluasi Kinerja Kapolres Nias
BPP-PKN Perkuat Langkah Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Kemendagri Sebut Persyaratan Telah Terpenuhi
Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan ASN Harus Bebas Pungli dan Korupsi
Mahasiswa Asal Nias Diduga Jadi Korban Pengeroyokan dan Sweeping, Polisi Diminta Usut Tuntas
Anggota DPR Mulyadi Desak Aparat Hukum Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal Skala Besar di Sumbar
Tindak Lanjut Berita Sebelumnya Langsung Direspons, PLN UP3 Nias Turun Tangan Tangani Gangguan Jaringan Listrik
Berita ini 12 kali dibaca
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Prancis di berbagai sektor penting. Kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, energi bersih, pendidikan, hingga stabilitas global menunjukkan komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang kuat, modern, dan saling menguntungkan. Selain mempererat hubungan diplomatik, kunjungan kenegaraan ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia, mendorong stabilitas internasional, serta memperjuangkan solusi damai bagi konflik global, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Kinerja Polres Nias Disorot, Akun Palsu dan Hoaks Marak, Publik Pertanyakan Penegakan Hukum Siber

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:44 WIB

Pemuda Masyarakat Nias Konsolidasi Akbar, Siap Gelar Aksi di Polda Sumut Desak Evaluasi Kinerja Kapolres Nias

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:36 WIB

BPP-PKN Perkuat Langkah Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Kemendagri Sebut Persyaratan Telah Terpenuhi

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:07 WIB

Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 1 Juni 2026 - 07:29 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tegaskan ASN Harus Bebas Pungli dan Korupsi

Berita Terbaru