Tapanuli Utara // mabestv.com – 10 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan sikap tegas dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi dengan turun langsung melakukan monitoring Harga Eceran Tertinggi (HET) di kawasan Pasar Tarutung, Rabu (8/4/2026) sore.
Langkah ini menjadi respons cepat atas rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Taput, menyusul kekhawatiran adanya praktik penjualan pupuk bersubsidi secara bebas di pasaran yang berpotensi merugikan petani.
Tim gabungan yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan David Sipahutar melibatkan sejumlah instansi lintas sektoral, mulai dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Pertanian, Satpol PP, hingga PT Perseroda Pertanian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sidak tersebut, tim menyasar langsung kios pengecer seperti UD. Siangkaan dan UD. Jimmy guna memastikan penerapan prinsip distribusi 6T: Tepat Jenis, Tepat Mutu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, Tepat Waktu, dan Tepat Harga.
Hasil di lapangan mengungkap fakta penting: stok pupuk bersubsidi di tingkat pengecer masih terbatas. Kondisi ini dinilai krusial, mengingat petani di Tapanuli Utara saat ini tengah memasuki masa pemupukan Musim Tanam (MT) I Tahun 2026.
Situasi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah. Tim monitoring tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan sosialisasi dan penegasan kepada para pemilik kios agar tetap disiplin dalam penyaluran pupuk.
Pemerintah menegaskan, pupuk bersubsidi wajib disalurkan tepat sasaran dan dijual sesuai HET, serta hanya diperuntukkan bagi petani yang berhak.
“Tim akan terus memonitor distribusi pupuk bersubsidi. Ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi hak petani dari praktik yang tidak sesuai ketentuan,” tegas Kabag Perekonomian dan SDA, Manto Lumbantobing.
Dengan pengawasan yang diperketat, Pemkab Tapanuli Utara berharap distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.
Penulis : Mariana sari br. Sinurat
Editor : Redaksi














