Toba // mabestv.com — Pemerintah Kabupaten Toba tancap gas mematangkan persiapan Paskah Oikumene Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kecamatan Sigumpar. Rapat strategis digelar Selasa (14/4/2026) di Balai Data Kantor Bupati Toba, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan perayaan keagamaan ini berjalan tertib, terukur, dan berdampak.
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, Staf Ahli Bupati Sahat Manullang, Kepala Bagian Kesra Tanda Dongoran, Ketua BKAG, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta perwakilan lintas denominasi gereja. Kehadiran lintas sektor ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaksanaan Paskah Oikumene tidak sekadar seremoni, melainkan agenda bersama yang menuntut koordinasi solid.
Mengusung tema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita”, perayaan tahun ini dirancang lebih terstruktur. Rangkaian kegiatan meliputi pra-ibadah dari Sopo Partungkoan, parade Jalan Salib, hingga fragmen Paskah yang sarat pesan spiritual dan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekda Toba, Paber Napitupulu, menegaskan bahwa keberhasilan acara sangat bergantung pada kesiapan teknis dan kekompakan seluruh pihak. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi pola kerja setengah matang yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.
“Persiapan harus benar-benar matang. Kita tidak ingin ada celah yang membuat pelaksanaan kurang maksimal. Tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.
Senada, Staf Ahli Bupati Sahat Manullang menekankan konsep kesederhanaan yang bukan sekadar simbol, tetapi harus menghadirkan perubahan nyata dalam pelaksanaan. Ia bahkan menyoroti aturan tegas larangan merokok selama kegiatan berlangsung sebagai bagian dari disiplin dan pembaharuan sikap.
“Kesederhanaan bukan berarti seadanya. Harus ada nilai baru yang lahir, termasuk kedisiplinan. Kita ingin kegiatan ini bersih, tertib, dan memberi contoh,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya manajemen waktu yang selama ini kerap menjadi titik lemah dalam berbagai kegiatan seremonial. Penegakan jadwal disebut menjadi kunci agar seluruh rangkaian berjalan efektif tanpa molor.
Langkah Pemkab Toba ini dinilai sebagai upaya serius menjadikan Paskah Oikumene bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum evaluasi budaya kerja—dari yang seremonial menuju yang lebih profesional dan berdampak.
Penulis : Mariana sari br. Sinurat
Editor : Redaksi














