Juli E. Restu War: Pemerintah Harus Mendengar Suara Rakyat dan Segera Evaluasi Kebijakan yang Membebani Masyarakat

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // mabestv.com – Gelombang aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), di Jakarta pada Jumat (12/6/2026), mendapat perhatian dari Tokoh Pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak boleh menutup mata terhadap aspirasi yang disuarakan mahasiswa dan masyarakat yang saat ini merasakan tekanan ekonomi yang semakin berat.

Menurut Juli, berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa bukanlah sekadar kepentingan kelompok tertentu, melainkan representasi keresahan rakyat yang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, tingginya biaya hidup, serta sejumlah kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.

“Pemerintah harus berhenti bersikap seolah-olah semua keadaan baik-baik saja. Ketika mahasiswa turun ke jalan dan menyuarakan persoalan rakyat, maka pemerintah wajib mendengar dan memberikan respons yang nyata, bukan sekadar narasi pembenaran,” tegas Juli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, aksi mahasiswa merupakan sinyal kuat bahwa terdapat persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Dalam sistem demokrasi, kritik dan demonstrasi merupakan bagian dari mekanisme kontrol sosial yang sah dan harus dihormati.

“Suara mahasiswa hari ini adalah alarm bagi pemerintah. Kritik yang muncul harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang menuai penolakan publik. Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang membungkam kritik, tetapi demokrasi yang mampu mendengar dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Baca Juga:  Penanganan Kasus RSU Pratama Nias Disorot, Kuasa Hukum Nilai Kejari Gunungsitoli “Memaksakan Kehendak”

Juli juga menyoroti pentingnya membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, minimnya komunikasi serta kurangnya kepekaan terhadap kondisi rakyat berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan publik.

“Pemerintah harus membuka ruang dialog yang terbuka dan jujur. Jangan sampai masyarakat merasa suaranya tidak lagi didengar. Jika aspirasi rakyat terus diabaikan, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat terkikis,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa sebagai agen perubahan dan penjaga nilai-nilai demokrasi. Karena itu, hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum harus dijamin dan dihormati oleh semua pihak.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan. Kita tidak boleh anti kritik. Pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang menolak suara rakyat, melainkan pemerintah yang berani mengevaluasi diri, mengakui kekurangan, dan memperbaiki kebijakan demi kepentingan bangsa,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Juli E. Restu War mendesak pemerintah pusat untuk segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang menjadi sorotan publik serta membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat guna menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan publik.

“Pesan mahasiswa hari ini harus dipahami sebagai pesan rakyat. Pemerintah harus mendengarkan, mengevaluasi, dan mengambil langkah konkret. Jangan menunggu hingga kekecewaan publik semakin meluas. Aspirasi rakyat adalah fondasi demokrasi yang wajib dihormati dan diperjuangkan,” tutup Juli E. Restu War.

Penulis : Tim/red

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega
Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas
Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!
Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi
OSN Polres Nias Selatan Gerebek Rumah di Lahusa, Empat Orang Diamankan dan Puluhan Paket Diduga Sabu Disita
Kejati Sumut, Aceh, dan Riau Gandeng TNI AL Perkuat Penegakan Hukum di Laut, Teken PKS di Belawan
Polres Nias Panggil Terlapor Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan, D.H. Hadiri Klarifikasi di Unit IV Tipidter
Berita ini 22 kali dibaca
Pernyataan Juli E. Restu War menjadi pengingat bahwa kritik dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari demokrasi. Pemerintah diharapkan tidak hanya mendengar, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam mengevaluasi kebijakan yang dinilai memberatkan rakyat demi menjaga kepercayaan publik dan stabilitas nasional.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi

Berita Terbaru