Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // mabestv.com 02 Mei 2026, Peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan nyata kepada kaum pekerja. Bertempat di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di tengah lautan massa buruh yang diperkirakan mencapai 400 ribu orang dari berbagai daerah, Jumat (01/05/2026).

Dalam suasana penuh semangat solidaritas, Presiden menyampaikan pidato yang menegaskan komitmen negara untuk berdiri di sisi rakyat kecil, khususnya para pekerja yang selama ini masih menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian kerja.

“Negara tidak boleh abai. Negara harus hadir, membela, dan memastikan kesejahteraan seluruh rakyat, terutama mereka yang masih hidup dalam kesulitan,” tegas Presiden di hadapan massa buruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah Nyata, Bukan Sekadar Janji

Dalam pidatonya, Presiden memaparkan sejumlah langkah konkret yang tengah dan akan dijalankan pemerintah guna memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor.

Salah satu kebijakan penting adalah pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), yang selama ini dinilai mendesak untuk memberikan kepastian hukum bagi jutaan pekerja domestik yang kerap berada di sektor informal tanpa perlindungan memadai.

Tak hanya itu, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Langkah ini dinilai sebagai respons strategis menghadapi potensi gelombang PHK di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Di sektor maritim, pemerintah memperkuat perlindungan nelayan melalui ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 lewat Perpres Nomor 25 Tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan dan kesejahteraan nelayan, yang jumlahnya mencapai sekitar 6 juta orang atau berdampak pada lebih dari 20 juta penduduk.

Baca Juga:  Optimalisasi Lahan HGU Didorong, Satgas PRR Percepat Penyediaan Huntap bagi Korban Bencana Sumatera

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada pekerja sektor informal modern. Melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026, pemerintah menegaskan perlindungan bagi pekerja transportasi online yang selama ini berada dalam posisi rentan secara hukum dan sosial.

Reformasi Ketenagakerjaan dan Hunian Layak

Presiden juga menargetkan percepatan penyelesaian Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan sebagai bagian dari reformasi struktural di bidang tenaga kerja. RUU ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan klasik, mulai dari upah, kontrak kerja, hingga jaminan sosial.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan program besar penyediaan minimal 1 juta hunian layak bagi pekerja, lengkap dengan akses kredit berbunga rendah melalui perbankan milik negara. Program ini disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup buruh secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pendapatan tetapi juga kesejahteraan sosial.

Ujian Implementasi di Lapangan

Meski berbagai kebijakan telah diumumkan, tantangan terbesar tetap berada pada tahap implementasi. Sejumlah kalangan buruh menilai bahwa realisasi di lapangan sering kali tidak sejalan dengan kebijakan di atas kertas.

Peringatan Hari Buruh tahun ini pun menjadi pengingat bahwa komitmen pemerintah akan terus diuji oleh realitas. Apakah berbagai regulasi dan program tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan mendasar buruh, atau justru kembali menjadi janji yang sulit diwujudkan?

Yang jelas, kehadiran langsung Presiden di tengah ratusan ribu buruh menjadi sinyal politik kuat: negara ingin terlihat hadir. Namun bagi para pekerja, yang lebih penting bukan sekadar kehadiran, melainkan hasil nyata yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Berita: Setkab RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :
Peringatan Hari Buruh 2026 menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap pekerja melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi di lapangan. Buruh tidak lagi hanya menunggu janji, tetapi menuntut bukti nyata perubahan.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru