Desa Dahana Hiligodu // mabestv.com — Pembangunan Jembatan Modular dalam rangka Program Karya Bhakti di wilayah terpencil Kabupaten Nias Utara terus menunjukkan progres positif. Hingga Jumat (08/05/2026), capaian fisik pembangunan telah menyentuh angka 14,8 persen meski diwarnai berbagai hambatan teknis dan faktor cuaca yang cukup ekstrem di lapangan.
Proyek strategis yang digarap di wilayah Kecamatan Namo Halu Esiwa ini menjadi salah satu upaya nyata membuka akses keterhubungan antarwilayah yang selama ini masih terkendala kondisi geografis dan minimnya infrastruktur memadai.
Berdasarkan laporan dari lokasi kegiatan yang disampaikan Irfan Tanjung kepada Mabestv.com, pengerjaan jembatan terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kekompakan lintas unsur. Sedikitnya 39 personel dikerahkan dalam pelaksanaan pekerjaan hari ini, terdiri dari personel Yonzipur 1/DD, Yon TP, Babinsa Koramil, tenaga tukang, hingga masyarakat setempat yang ikut bergotong royong mempercepat pembangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus utama pekerjaan saat ini berada pada tahap pembentukan struktur dasar konstruksi. Tim di lapangan melakukan perakitan rangka besi serta pengangkutan batu-batu besar yang akan difungsikan sebagai pondasi penahan utama jembatan modular tersebut.
Berbagai alat kerja dan material pendukung telah dimaksimalkan penggunaannya, mulai dari cangkul, sekop, molen, parang, kawat licin, hingga material utama berupa pasir, kerikil, batu, semen, serta besi beton berbagai ukuran. Namun di balik progres tersebut, tim pelaksana masih menghadapi sejumlah kendala serius yang berpotensi menghambat percepatan pembangunan.
Hingga saat ini, material utama berupa komponen rangka jembatan modular dan alat berat crane belum juga tiba di lokasi pekerjaan. Tidak hanya itu, beberapa perlengkapan penting seperti rantai, belting, sendok semen, hingga tambahan besi ukuran 12 mm juga masih belum tersedia.
Kondisi cuaca turut menjadi tantangan tersendiri. Meski pagi hingga siang hari cuaca relatif mendukung, hujan deras yang kerap turun pada sore hari membuat proses pekerjaan beberapa kali terhambat dan memaksa tim menghentikan aktivitas sementara.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat personel dan warga di lapangan tetap tinggi. Tim pelaksana memilih memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia sambil menunggu kedatangan material utama.
“Kami terus berupaya memaksimalkan segala sesuatu yang telah tersedia. Hari ini kami fokus merakit besi dan melangsir bahan keras untuk pondasi penahan, agar nanti saat materiil utama jembatan modular tiba, struktur dasarnya sudah siap kokoh dan siap menerima beban,” demikian isi laporan yang disampaikan kepada komandan di lokasi kegiatan.
Untuk mempercepat progres pekerjaan, tim juga telah menyusun agenda kerja lanjutan pada Sabtu (09/05/2026), meliputi perakitan besi lanjutan, pengangkutan material batu, pengecoran pondasi, hingga pembangunan abutment atau dinding penyangga jembatan.
Keberadaan jembatan modular ini nantinya diharapkan menjadi solusi permanen bagi masyarakat Kabupaten Nias Utara yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu membuka keterisolasian desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pedesaan.
Hingga berita ini diturunkan, tim pelaksana masih menunggu kepastian percepatan pengiriman material utama dan alat berat guna memastikan pembangunan Jembatan Modular dapat diselesaikan tepat waktu serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di wilayah terpencil Nias Utara.
Penulis : Arvil laoli














