Nias Barat // mabestv.com – Pembangunan Jembatan Modular di Desa Hillisoromi, Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat terus menunjukkan progres signifikan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Karya Bhakti TNI. Hingga Jumat (08/05/2026), capaian fisik pembangunan telah menyentuh angka 51,5 persen, menandakan kerja keras personel di lapangan tetap berjalan meski dihadapkan pada cuaca buruk dan keterbatasan perlengkapan teknis.
Pembangunan jembatan yang digadang-gadang menjadi akses vital bagi masyarakat pedalaman tersebut dikerjakan secara terpadu oleh puluhan personel gabungan TNI. Berdasarkan laporan dari lokasi kegiatan yang disampaikan Irfan Tanjung, sebanyak 43 personel diterjunkan dalam pekerjaan ini. Mereka terdiri dari unsur Yonzipur 1/DD, Yon TP 901, Yon TP 903, Yon TP 908, serta personel Babinsa Koramil 08/Mandrehe yang terus mengawal kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
Semangat gotong royong dan disiplin kerja menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan proyek strategis ini. Di tengah kondisi geografis yang cukup berat, para personel tetap fokus menyelesaikan tahapan demi tahapan pembangunan, khususnya pada proses perakitan struktur modular yang menjadi fondasi utama jembatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dengan sejumlah titik pembangunan lain yang masih mengalami keterbatasan material utama, di Desa Hillisoromi seluruh komponen jembatan modular dan alat berat penunjang telah tersedia lengkap di lokasi. Berbagai perlengkapan kerja seperti cangkul, sekop, palu, meteran hingga angkong dimanfaatkan secara maksimal guna mempercepat proses pengerjaan.
Namun demikian, tim pelaksana masih menghadapi sejumlah hambatan teknis. Beberapa alat perkakas pendukung yang tersimpan di dalam peti kemas disebut belum sepenuhnya lengkap atau belum sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan. Kondisi tersebut diperparah dengan hujan lebat yang mengguyur kawasan sejak pagi hingga siang hari, sehingga ritme pekerjaan sempat melambat.
Meski diterpa hujan dan menghadapi keterbatasan alat pendukung, personel TNI di lokasi tetap menunjukkan dedikasi tinggi. Tidak ada penghentian pekerjaan. Seluruh tim tetap bertahan di area pembangunan demi memastikan target kemajuan terus tercapai sesuai rencana.
“Kami bersyukur material utama jembatan maupun alat berat sudah lengkap tersedia dan dapat digunakan. Kendala yang kami hadapi hanya pada kelengkapan beberapa alat perkakas pendukung, serta curah hujan yang cukup lama turun sejak pagi tadi sempat sedikit memperlambat langkah kami. Meski demikian, pekerjaan tetap berjalan dan target kemajuan terus kami kejar bersama,” demikian isi laporan lapangan yang disampaikan kepada komandan kegiatan.
Untuk mengejar waktu yang sempat tertunda akibat faktor cuaca, tim pelaksana telah menyusun agenda lanjutan pada Sabtu (09/05/2026) dengan fokus melanjutkan proses perakitan dan penyambungan struktur jembatan modular hingga mencapai tahapan berikutnya.
Program pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Kehadirannya diyakini akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Desa Hillisoromi dan wilayah sekitarnya yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Moro’o.
Di tengah segala keterbatasan dan tantangan alam yang dihadapi, pembangunan Jembatan Modular di Nias Barat kini menjadi simbol kuat pengabdian TNI kepada masyarakat. Dengan progres yang terus bergerak maju, harapan masyarakat akan hadirnya akses penghubung yang layak perlahan mulai menjadi kenyataan.
Penulis : Arvil laoli














