Gunungsitoli // mabestv.com — 10 mei 2026, Sikap seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial GH menuai sorotan setelah diduga bertindak tidak sopan dan melanggar norma adat saat mendatangi sebuah bengkel servis elektronik di Desa Miga, Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa itu bermula ketika GH datang mengambil barang elektronik miliknya yang masih dalam proses perbaikan. Menurut keterangan pemilik bengkel, sebelumnya telah disampaikan bahwa barang tersebut akan diselesaikan pada sore hari di tanggal yang sama karena masih dalam tahap pengerjaan dan telah dibongkar.
Namun, sekitar 30 menit setelah komunikasi sebelumnya, GH bersama istrinya kembali mendatangi bengkel dan disebut sempat membentak tamu yang berada di lokasi. Istri GH juga diduga memarahi sekaligus merekam istri pemilik bengkel sambil memaksa agar barang segera diselesaikan hari itu juga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Istri saya sampai dipaksa dan direkam video tanpa izin. Padahal kami sudah menjelaskan barang masih dikerjakan dan akan siap sore hari,” ujar pemilik bengkel.
Tidak berhenti di situ, pada Sabtu pagi GH kembali datang menggunakan mobil warna putih dan tetap bersikeras membawa pulang barang tersebut meski kondisi perangkat masih terbongkar. Adu mulut pun sempat terjadi antara kedua pihak.
Situasi semakin memanas ketika istri pemilik bengkel datang dan mencoba menenangkan keadaan dengan meminta GH kembali sekitar pukul 13.00 WIB. Namun secara spontan, GH diduga melontarkan ucapan yang dinilai tidak pantas kepada istri pemilik bengkel.
“Cas aku dulu kak,” ucap GH sebagaimana ditirukan oleh saksi di lokasi.
Ucapan tersebut langsung memicu kemarahan pemilik bengkel yang merasa istrinya telah dilecehkan. Ia menegur keras GH dan mempertanyakan maksud dari permintaan tersebut.
“Untuk apa kau suruh istri saya melayanimu? Itu sangat tidak sopan,” tegas pemilik bengkel.
Merasa harga dirinya dan kehormatan keluarganya direndahkan, pemilik bengkel kemudian mengirim pesan melalui WhatsApp kepada GH untuk meminta penjelasan. Namun hingga berita ini diturunkan, GH disebut tidak memberikan klarifikasi dan diketahui telah memblokir nomor kontak pemilik usaha tersebut.
Dalam pandangan masyarakat setempat, ucapan dan tindakan seperti itu dinilai bertentangan dengan norma kesopanan serta adat budaya masyarakat Nias atau hukum Ononiha yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan etika dalam pergaulan sosial.
“Dalam adat Nias, tindakan seperti itu sangat fatal dan tidak dibenarkan, apalagi dilakukan oleh seorang ASN yang seharusnya menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar pemilik bengkel dengan nada kecewa.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap perilaku aparat sipil negara di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial agar tetap menjaga etika, sopan santun, dan marwah profesi sebagai pelayan masyarakat.
Penulis : Tim/red
Editor : Redaksi














