Nias Selatan // mabestv.com – Kondisi ruas Jalan Susua menuju Gomo, Idanotae, Boronadu, Lahusa, Mazo hingga Umbunasi, Kabupaten Nias Selatan, kembali menjadi sorotan. Kerusakan jalan yang disebut semakin parah dikeluhkan warga karena dinilai telah mengancam kelancaran mobilitas masyarakat serta berpotensi menghambat pelayanan pemerintahan di sejumlah kecamatan. (09/08/2026)
Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Warga menyebut sebagian badan jalan mengalami kerusakan serius, bahkan terdapat ruas yang dilaporkan mengalami longsor hingga sekitar seperempat bagian. Kondisi itu membuat pengguna jalan harus ekstra berhati-hati ketika melintas, terlebih ketika curah hujan meningkat.
Liusman Ndruru, yang menyampaikan kondisi tersebut pada 14 Januari 2026, mengatakan kerusakan ruas Jalan Susua–Gomo bukan persoalan baru. Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah mendengar adanya komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan atau perbaikan jalan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat itu Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo La’ia, menyampaikan akan dibangun tahun ini. Namun hingga Agustus ini realisasinya belum terlihat,” ujar Liusman.
Pernyataan tersebut kini menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Jika benar pembangunan telah dijanjikan, warga mempertanyakan sejauh mana proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan.
Janji pembangunan tanpa kejelasan progres berpotensi menimbulkan kekecewaan publik, apalagi ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah.
Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut juga bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Akses yang semakin sulit dapat berdampak langsung terhadap distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi masyarakat, akses menuju fasilitas kesehatan, mobilitas pelajar, hingga kelancaran pelayanan pemerintahan.
Lebih jauh, apabila sejumlah titik benar-benar berada dalam kondisi rawan longsor, aspek keselamatan pengguna jalan semestinya menjadi perhatian serius pemerintah. Penanganan tidak seharusnya menunggu sampai terjadi kecelakaan atau akses masyarakat benar-benar terputus.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan untuk tidak hanya memberikan pernyataan, tetapi menunjukkan langkah konkret dan terukur. Setidaknya, pemerintah perlu menjelaskan status ruas jalan tersebut, apakah telah masuk dalam program pembangunan, berapa anggaran yang disiapkan, kapan pekerjaan dimulai, serta apa kendala yang menyebabkan perbaikan belum terealisasi.
Apalagi memasuki periode musim hujan, kondisi badan jalan yang telah rusak dan sebagian mengalami longsor dikhawatirkan semakin memburuk. Jika tidak segera dilakukan penanganan, kerusakan dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan biaya pemulihan pun berpotensi semakin tinggi.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat pada titik-titik yang membahayakan, sembari memastikan pembangunan atau rehabilitasi permanen benar-benar direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan belum memberikan keterangan resmi mengenai progres pembangunan, besaran anggaran, jadwal pelaksanaan, maupun kendala yang menyebabkan perbaikan ruas Jalan Susua–Gomo dan jalur yang menghubungkan sejumlah kecamatan tersebut belum terealisasi.
Masyarakat kini menunggu bukan sekadar janji, melainkan bukti nyata di lapangan. Sebab, jalan merupakan urat nadi masyarakat. Ketika akses utama rusak dan dibiarkan berlarut-larut, yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan perjalanan, tetapi juga roda ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan keselamatan warga.
Penulis : Tim/redaksi
Sumber Berita: Liusman Ndruru / masyarakat














