42 Ruko Diduga Tak Berizin di Bilah Hilir, Pengawasan Pemkab Labuhanbatu Dipertanyakan

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu, Sumut // mabestv.com – Deretan sebanyak 42 unit rumah toko (ruko) di Dusun Sei Tampang, Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik. Bangunan yang berdiri di kawasan strategis pinggir Jalan Lintas Negeri Lama itu diduga belum mengantongi izin resmi pembangunan.

Pantauan di lokasi pada Rabu (29/4/2026), puluhan ruko tersebut tampak telah berdiri kokoh dan sebagian disiapkan untuk aktivitas usaha. Letaknya yang berada di jalur utama dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga keberadaan legalitas bangunan menjadi perhatian masyarakat.

Saat awak media mencoba mengonfirmasi status perizinan kepada pihak terkait, Kepala Seksi Perizinan Kecamatan Bilah Hilir belum memberikan keterangan resmi. Hal serupa juga terjadi ketika dikonfirmasi kepada Kepala Desa Sei Tampang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pegawai kecamatan yang ditemui di lokasi menyebutkan pihaknya belum mengetahui secara pasti status perizinan 42 unit ruko tersebut dan akan melakukan pengecekan ke dinas terkait. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada dokumen izin yang dapat ditunjukkan kepada awak media.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, setiap pembangunan gedung wajib memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sejak 2021 menggantikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Pasaman Gagalkan Peredaran Ganja, Dua Pria Diamankan Bersama Puluhan Paket Barang Bukti

Jika terbukti tidak memiliki PBG, bangunan dapat dikenai sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis, penghentian kegiatan pembangunan, pembatasan pemanfaatan bangunan, hingga perintah pembongkaran sesuai aturan yang berlaku.

Keberadaan puluhan ruko tanpa kejelasan izin ini memunculkan tanda tanya besar terkait fungsi pengawasan pemerintah daerah. Warga mendesak Dinas PUPR, DPMPTSP, dan Satpol PP Kabupaten Labuhanbatu segera turun ke lapangan untuk memeriksa legalitas bangunan tersebut.

“Kalau memang belum ada izin, harus ditindak. Jangan sampai ada pembiaran bangunan liar di pinggir jalan lintas,” ujar seorang warga berinisial R yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara itu, pihak pengembang maupun pemilik ruko juga belum berhasil dikonfirmasi. Publik berharap pemerintah daerah segera melakukan pendataan dan verifikasi secara terbuka agar persoalan ini tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Ketegasan pemerintah kini diuji: apakah aturan berlaku sama untuk semua, atau hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Penulis : Mariana sari br. Sinurat

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega
Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas
Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!
Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi
OSN Polres Nias Selatan Gerebek Rumah di Lahusa, Empat Orang Diamankan dan Puluhan Paket Diduga Sabu Disita
Kejati Sumut, Aceh, dan Riau Gandeng TNI AL Perkuat Penegakan Hukum di Laut, Teken PKS di Belawan
Polres Nias Panggil Terlapor Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan, D.H. Hadiri Klarifikasi di Unit IV Tipidter
Berita ini 50 kali dibaca
Dugaan belum adanya izin resmi terhadap 42 unit ruko di Bilah Hilir menjadi ujian serius bagi pengawasan pemerintah daerah. Jika benar melanggar aturan, penindakan tegas harus segera dilakukan tanpa pandang bulu. Transparansi, kepastian hukum, dan keberanian menegakkan aturan sangat dibutuhkan agar tidak muncul kesan adanya pembiaran terhadap bangunan yang diduga bermasalah.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dukung Pelestarian Warisan Leluhur, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Budaya Gowe Mado Zega

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi Serukan Perang terhadap Narkoba dan Ajak Jemaat BKPN Bersatu Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Julius Giawa Tegaskan Wartawan Wajib Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik: Utamakan Fakta, Bukan Asumsi!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Kapolres Nias Selatan Turun Langsung Lewat Jumat Keliling, Ajak Warga Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Cekcok Usai Futsal Berujung Tawuran di Teluk Dalam, 30 Pemuda dan 16 Motor Diamankan Polisi

Berita Terbaru