Cirebon // mabestv.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projamin melakukan peninjauan langsung ke lokasi galangan pembangunan kapal milik Pesantren Modern Al Zaytun Indramayu di kawasan Pantai Utara (Pantura) Cirebon. Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Umum DPP Projamin, Drs. Ambroncius I.M. Nababan, MM, bersama jajaran pengurus. (12/08/2026)
Peninjauan ini menjadi bagian dari agenda Projamin dalam memperkuat kemitraan dengan Pesantren Modern Al Zaytun yang dipimpin Syeikh Panji Gumilang, sekaligus melihat secara langsung perkembangan pembangunan kapal yang tengah dikerjakan di kawasan pesisir Pantura.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, rombongan DPP Projamin mencermati proses pembangunan kapal sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi kemaritiman, keterampilan, produktivitas, serta kemandirian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum DPP Projamin, Drs. Ambroncius I.M. Nababan, MM, menegaskan bahwa sebuah cita-cita besar tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, kesabaran menghadapi hambatan, serta konsistensi dalam menjalankan proses.
Semangat tersebut ia analogikan dengan kisah Nabi Nuh AS yang membangun bahtera di tengah berbagai tantangan dan pengorbanan. Bagi Projamin, kisah tersebut menjadi refleksi bahwa sebuah pekerjaan besar membutuhkan keteguhan, keyakinan, dan keberanian untuk menghadapi berbagai rintangan.
“Berjuang untuk meraih kesuksesan memang tidak mudah. Penuh tantangan dan membutuhkan pengorbanan. Semangat membangun dan terus berikhtiar harus tetap dijaga.”
Menurut Projamin, pengembangan sektor kemaritiman memiliki arti strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, berbagai inisiatif yang mendorong kemampuan masyarakat dalam bidang kelautan dan perkapalan dinilai perlu mendapatkan perhatian dan ruang kolaborasi.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan antara Projamin dan Pesantren Modern Al Zaytun, serta membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang yang berorientasi pada pembangunan, kemandirian, pemberdayaan masyarakat, dan kemajuan bangsa.
Projamin menilai, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan wacana. Dibutuhkan kerja nyata, keberanian mengambil langkah, serta kemampuan mengubah potensi menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.
Peninjauan galangan kapal di Pantura Cirebon itu pun ditutup dengan semangat kebersamaan dan optimisme. Projamin menegaskan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan hari ini harus diarahkan pada manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Penulis : Redaksi
Sumber Berita: DPP Projamin














