Pengelolaan Dana BUMDes Gedung Ketapang Dipertanyakan, Ketua Akui Tak Mengetahui Total Anggaran

- Penulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara // mabestv.com Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gedung Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan setelah muncul sejumlah pertanyaan mengenai transparansi pengelolaan dan penggunaan dana BUMDes. (14/08/2026)

Sorotan tersebut mencuat ketika Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN), Eka Marya Fitriana, bersama awak media melakukan konfirmasi kepada Ketua BUMDes Gedung Ketapang, Supri, pada Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Supri membenarkan bahwa dirinya menjabat sebagai Ketua BUMDes Gedung Ketapang. Ia menjelaskan bahwa sebelum kegiatan usaha dijalankan, pihaknya terlebih dahulu melakukan musyawarah yang dihadiri masyarakat dan Ketua BPD.

Menurut Supri, salah satu kegiatan BUMDes yang dijalankan adalah usaha pemeliharaan ayam potong sebanyak sekitar 1.000 ekor. Untuk kegiatan tersebut, disebutkan anggaran sekitar Rp25 juta digunakan untuk perlengkapan kandang, sekitar Rp8 juta untuk pembelian bibit ayam, serta sekitar Rp15 juta untuk sewa kandang selama satu tahun.

Namun, ketika ditanya mengenai keseluruhan jumlah dana BUMDes yang masuk ke rekening, Supri mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Ia menyebut dirinya hanya mengetahui dana yang diberikan kepadanya untuk kegiatan kandang, pembelian bibit dan kebutuhan ayam, dengan total sekitar Rp33 juta. Setelah panen, modal tersebut disebut telah dikembalikan ke rekening BUMDes.

“Untuk pengelolaan ayam potong kami tidak rugi dan tidak untung. Modalnya sudah kami kembalikan ke rekening BUMDes sekitar Rp33 juta,” ujar Supri dalam keterangannya kepada awak media.

Persoalan semakin menjadi tanda tanya ketika Supri mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai pencairan dana BUMDes tahap berikutnya. Menurutnya, rekening BUMDes berada dalam pengelolaan bendahara, Nisar.

Supri juga mengaku tidak mengetahui jumlah keseluruhan dana BUMDes Gedung Ketapang pada tahun 2025. Ia mengatakan dirinya tidak selalu dilibatkan dalam pengelolaan dana maupun kegiatan tahap berikutnya.

Terkait adanya perubahan kegiatan usaha, Supri menyebut terdapat arahan dari kepala desa untuk mengalihkan kegiatan ke usaha penanaman jagung. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi lahan maupun besaran anggaran yang digunakan.

Ketika awak media meminta agar bendahara dan sekretaris BUMDes turut dikonfirmasi untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap, Supri mengaku tidak dapat menghubungi keduanya saat itu.

Baca Juga:  Rotasi Pejabat Polres Nias: Sertijab Jadi Momentum Bersih-Bersih Kinerja dan Perkuat Pelayanan Publik

Keterangan tersebut kemudian menjadi perhatian karena terdapat perbedaan dengan penjelasan Bendahara BUMDes, Nisar, yang sebelumnya telah dikonfirmasi oleh tim. Nisar disebut menerangkan bahwa dana BUMDes setelah pencairan tahap pertama dan tahap kedua telah diserahkan kepada Ketua BUMDes Supri.

Perbedaan keterangan tersebut tentu perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran mengenai siapa yang mengelola, menerima, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan dana BUMDes.

Bukan Menuduh, Tetapi Meminta Transparansi

Sejumlah pertanyaan publik kini mengarah pada transparansi pengelolaan BUMDes Gedung Ketapang. Jika benar terdapat dana yang bersumber dari program ketahanan pangan desa, maka masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai besaran anggaran, rekening penerima, jenis kegiatan, realisasi penggunaan, serta laporan pertanggungjawabannya.

Apalagi, BUMDes merupakan instrumen ekonomi desa yang seharusnya dikelola secara transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Perbedaan keterangan antara ketua dan bendahara juga tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai adanya penyimpangan. Hal tersebut masih memerlukan klarifikasi, pemeriksaan dokumen, serta audit oleh pihak yang berwenang.

Karena itu, tim meminta Inspektorat Kabupaten Lampung Utara melakukan pemeriksaan terhadap administrasi dan realisasi pengelolaan dana BUMDes Gedung Ketapang apabila terdapat laporan atau indikasi ketidaksesuaian.

Selain itu, aparat penegak hukum (APH) di Kabupaten Lampung Utara diharapkan dapat menindaklanjuti informasi tersebut sesuai kewenangan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti adanya pelanggaran hukum.

Media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Gedung Ketapang, Bendahara BUMDes Nisar, pengurus BUMDes lainnya, maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai besaran dana, mekanisme pencairan, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban kegiatan BUMDes Gedung Ketapang.

Dengan demikian, pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi atau menyimpulkan adanya tindak pidana, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial dan dorongan agar pengelolaan keuangan desa dilakukan secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

mabestv.com akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan menyajikan informasi berdasarkan data, dokumen, serta keterangan dari para pihak secara berimbang.

Penulis : Santori Kaperwil Lampung

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 29 kali dibaca
Pengelolaan dana BUMDes Desa Gedung Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait besaran anggaran, mekanisme pencairan, penggunaan dana, serta pembagian kewenangan antara ketua dan bendahara BUMDes. Adanya perbedaan keterangan antara Ketua BUMDes Supri dan Bendahara Nisar perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi, laporan keuangan, rekening koran, serta audit Inspektorat Kabupaten Lampung Utara. Pemberitaan ini tidak menyimpulkan adanya tindak pidana, fiktif, maupun mark-up, karena hal tersebut hanya dapat dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang. Yang menjadi sorotan utama adalah pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan pengelolaan dana BUMDes kepada masyarakat. Jika ditemukan ketidaksesuaian berdasarkan hasil audit atau pemeriksaan, maka pihak yang berwenang dapat mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru