Judi Online di Medan Raup Omzet Diduga Rp7 Miliar, Polda Sumut Bongkar Jaringan Nasional

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan // mabestv.com — Polda Sumatera Utara berhasil membongkar praktik judi online berskala nasional yang beroperasi dari sebuah apartemen di Kota Medan, dengan omzet yang ditaksir mencapai Rp7 miliar selama dua tahun terakhir.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Direktur Reserse Siber (Dirresiber) Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Bayu Wicaksono, dalam konferensi pers yang dibuka oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis (26/3/2026).

Bayu menegaskan, nilai omzet tersebut merupakan hasil pengakuan para tersangka yang telah diamankan serta pendalaman awal penyidik. “Berdasarkan pengakuan tersangka dan hasil analisa sementara, perputaran uang dalam jaringan ini kurang lebih mencapai Rp7 miliar selama dua tahun beroperasi,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, penyidik menemukan bahwa aktivitas transaksi bersifat fluktuatif. Setiap hari, perputaran deposit pemain berada dalam rentang Rp1 juta hingga Rp6 juta, tergantung capaian target yang dibebankan kepada para operator.

“Setiap marketing atau CRM diberikan target oleh leader-nya. Minimal harus mencapai deposit pemain Rp1 juta per hari,” jelas Bayu.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 19 tersangka yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan, mulai dari operator hingga pengelola sistem. Selain itu, puluhan perangkat elektronik turut disita sebagai barang bukti, di antaranya CPU, monitor, laptop, telepon genggam, flashdisk, router, perangkat WiFi, kartu perdana, hingga dokumen identitas.

Baca Juga:  Kapolres Nias Selatan Bekali Casis, Tegaskan Rekrutmen Polri Gratis: Jangan Percaya Calo

Tidak hanya itu, penyidik juga menemukan 10 rekening bank yang diduga digunakan untuk menampung dan mengalirkan dana hasil perjudian. Saat ini, Polda Sumut tengah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait guna menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Ada 10 rekening yang kami duga terkait dengan operasional jaringan ini. Pendalaman masih terus dilakukan bersama instansi terkait,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bayu mengungkapkan bahwa jaringan ini telah dipastikan memiliki jangkauan nasional. Sementara indikasi keterlibatan jaringan internasional masih dalam tahap pengembangan, termasuk temuan bahwa salah satu tersangka pernah bekerja di Kamboja yang dikenal sebagai salah satu basis operasi judi online lintas negara.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 426 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun atau denda kategori VI.

Pengungkapan ini menjadi sinyal tegas bahwa aparat penegak hukum terus memperketat pengawasan dan penindakan terhadap praktik judi online yang meresahkan masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen dalam menjaga ruang digital tetap bersih dari aktivitas ilegal.

Penulis : Julius Giawa

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Humas polda sumatera utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMPK dan Mahasiswa Siap Kepung Pemko dan DPRD Batam, Soroti Dugaan Pemborosan APBD, Jackpot hingga Gudang Limbah B3
Perdamaian BPD dan Kades Marao Usai Laporan ke Kejatisu Dipertanyakan, Dugaan Transaksi Uang Jadi Sorotan
Dulu Laporkan ke Kejatisu, Kini Berdamai: Ada Apa di Balik Kasus Dana Desa Marao?
Laporan Dicabut, Uang Dikembalikan, Tapi Kasus Masih Berjalan: Ada Apa dengan Penanganan Perkara di Polres Nias?
Drs. Nasman Manao Dorong Generasi Muda Nias Jadi Agen Perubahan dan Kawal Penegakan Hukum
Tim Kuasa Hukum Apresiasi Disnaker Sumut, Dinilai Responsif Menangani Perselisihan Hubungan Industrial
Kuasa Hukum Korban Adv. Fasa’aro Zalukhu, S.H. Apresiasi Polres Nias Selatan, Penanganan Perkara Dinilai Transparan dan Profesional
Juli E. Restu War: Pemerintah Harus Mendengar Suara Rakyat dan Segera Evaluasi Kebijakan yang Membebani Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:44 WIB

KMPK dan Mahasiswa Siap Kepung Pemko dan DPRD Batam, Soroti Dugaan Pemborosan APBD, Jackpot hingga Gudang Limbah B3

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:13 WIB

Perdamaian BPD dan Kades Marao Usai Laporan ke Kejatisu Dipertanyakan, Dugaan Transaksi Uang Jadi Sorotan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:47 WIB

Dulu Laporkan ke Kejatisu, Kini Berdamai: Ada Apa di Balik Kasus Dana Desa Marao?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:35 WIB

Laporan Dicabut, Uang Dikembalikan, Tapi Kasus Masih Berjalan: Ada Apa dengan Penanganan Perkara di Polres Nias?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:15 WIB

Drs. Nasman Manao Dorong Generasi Muda Nias Jadi Agen Perubahan dan Kawal Penegakan Hukum

Berita Terbaru