Wakil Rakyat Dipertanyakan: DPRD Provinsi Jambi Asal Tebo Dinilai “Diam” Soal Jalan Padang Lamo

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebo – Jambi // mabestv.com — Kondisi Jalan Padang Lamo kembali memantik sorotan tajam dari masyarakat. Kerusakan yang tak kunjung diperbaiki seolah menjadi potret nyata lemahnya perhatian terhadap infrastruktur vital di Kabupaten Tebo. Jalan tersebut kini “berbicara” lewat lubang menganga, kubangan lumpur, hingga genangan air yang setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Namun di balik kerusakan fisik itu, publik justru melontarkan pertanyaan yang lebih mendasar: di mana peran dan suara wakil rakyat asal Tebo di DPRD Provinsi Jambi?

Kekecewaan warga kian menguat. Mereka menilai para legislator yang duduk di kursi provinsi seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan daerah, termasuk memastikan perbaikan Jalan Padang Lamo masuk dalam prioritas pembangunan. Sayangnya, hingga kini, langkah konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat belum juga terlihat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah nama besar yang selama ini dikenal sebagai representasi Tebo di tingkat provinsi tak luput dari sorotan publik.

Sukandar, mantan Bupati Tebo dua periode yang dinilai sangat memahami kondisi infrastruktur daerah, kini dipertanyakan kontribusinya dalam mendorong penyelesaian persoalan ini.

Mazlan, yang pernah menjabat Ketua DPRD Tebo, juga dianggap memiliki pengalaman dan kapasitas. Namun, Jalan Padang Lamo tetap menjadi “luka lama” yang tak kunjung mendapat penanganan serius.

Eka Madjid Muaz, legislator dengan pengalaman tiga periode di DPRD Provinsi Jambi, diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata. Akan tetapi, masyarakat menilai hasil konkret yang ditunggu belum juga tampak.

Baca Juga:  Kasat Reskrim Polres Nias Selatan Klarifikasi Video Viral Pengeroyokan: Proses Hukum Dipastikan Sesuai Aturan

Nama-nama lain seperti Suwarno, Mustaharudin, Ansori, hingga KH. Rifa’i—yang selama ini dipercaya rakyat—juga dinilai belum menunjukkan suara lantang yang mampu mendorong percepatan perbaikan jalan tersebut.

Kritik publik bukan tanpa alasan. Kondisi Jalan Padang Lamo saat ini tidak hanya rusak, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menghambat roda perekonomian warga. Aktivitas distribusi barang tersendat, mobilitas masyarakat terganggu, dan risiko kecelakaan terus membayangi setiap hari.

“Apakah perjuangan hanya berhenti setelah pemilu?” menjadi pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar jalan rusak. Ini menyangkut komitmen, integritas, dan tanggung jawab wakil rakyat terhadap amanah yang telah diberikan. Mereka menilai suara rakyat seharusnya terus diperjuangkan, bukan hanya menjadi janji saat masa kampanye.

Masyarakat menegaskan, mereka tidak lagi membutuhkan retorika. Yang dibutuhkan saat ini adalah bukti nyata—langkah konkret, dorongan kebijakan, serta keberanian menyuarakan kepentingan daerah di tingkat provinsi.

Jalan Padang Lamo hari ini menjadi pengingat keras bahwa harapan rakyat tidak boleh diabaikan. Jika para wakil rakyat tetap memilih diam, maka publik pun tidak akan lupa—dan penilaian itu akan dibawa hingga momentum politik berikutnya.

Penulis : M. Harefa

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jembatan Idanotae Lumpuh Total, Warga Dua Kecamatan Terisolasi dan Desak Pemerintah Bertindak
Usai Disorot Soal Izin, Yayasan Panti Asuhan di Sunggal Layangkan Somasi ke Media Mabestv.com
Mandek di Meja Penyidik Polrestabes Medan, Laporan warga Sejak 2023 Tak Kunjung Berujung Kepastian Hukum
BBM Langka di Muara Wahao–Kongbeng Pasca Insiden SPBU, Aktivitas Warga Lumpuh
Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Panti Asuhan di Sunggal Disorot Publik
Kebakaran Maut di Labuhanbatu Disorot : Dua Pegawai Lapas Tewas, Dugaan Unsur Pidana Menguat
Menggugat Nasionalisme Indonesia, GMNI Medan Tegaskan Perlawanan Ideologis di Puncak Dies Natalis ke-72
Kuasa Mamak Kepala Waris Tantang Bupati Solok Debat Terbuka, Sengketa Tanah Pusaka Tinggi Memanas
Berita ini 38 kali dibaca
Kondisi Jalan Padang Lamo yang rusak parah bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan cerminan nyata dari lemahnya respons dan kepedulian wakil rakyat terhadap kebutuhan mendasar masyarakat. Sorotan publik terhadap anggota DPRD Provinsi Jambi asal Tebo menunjukkan adanya kekecewaan yang semakin meluas akibat minimnya langkah konkret yang dirasakan warga. Masyarakat kini menuntut bukan lagi janji, melainkan aksi nyata—perjuangan yang konsisten, keberanian menyuarakan aspirasi, serta komitmen untuk menghadirkan solusi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap wakil rakyat akan semakin terkikis, dan penilaian itu akan menjadi catatan penting dalam dinamika politik ke depan.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:37 WIB

Jembatan Idanotae Lumpuh Total, Warga Dua Kecamatan Terisolasi dan Desak Pemerintah Bertindak

Jumat, 17 April 2026 - 08:12 WIB

Usai Disorot Soal Izin, Yayasan Panti Asuhan di Sunggal Layangkan Somasi ke Media Mabestv.com

Kamis, 16 April 2026 - 12:14 WIB

Mandek di Meja Penyidik Polrestabes Medan, Laporan warga Sejak 2023 Tak Kunjung Berujung Kepastian Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 04:11 WIB

BBM Langka di Muara Wahao–Kongbeng Pasca Insiden SPBU, Aktivitas Warga Lumpuh

Kamis, 16 April 2026 - 03:16 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Panti Asuhan di Sunggal Disorot Publik

Berita Terbaru