Simalungun, Sumatera Utara // mabestv.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kini menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun. Warga menilai pendistribusian program tersebut diduga belum berjalan merata dan masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Senin, 27/04/206
Keluhan muncul dari masyarakat Desa Sibaganding, khususnya para orang tua siswa dan pihak sekolah yang mempertanyakan mengapa masih ada sekolah yang hingga kini belum menerima manfaat program MBG, sementara sekolah lain disebut sudah mendapatkannya.
Berdasarkan hasil wawancara tim Jurnalis Mabestv.com dengan warga, orang tua siswa, serta pihak sekolah, disebutkan bahwa SD Negeri 091470 Sibaganding diduga belum tersentuh program MBG sebagaimana sekolah lain di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, menurut masyarakat, program MBG merupakan bentuk perhatian negara terhadap tumbuh kembang generasi muda melalui pemenuhan gizi anak sekolah. Karena itu, jika benar ada sekolah yang belum menerima, maka hal tersebut dinilai perlu segera dijelaskan oleh pihak terkait.
“Sudah hampir satu tahun program ini berjalan, tetapi kenapa masih ada siswa yang belum menerima? Apa alasan sebenarnya?” ungkap salah seorang warga kepada tim media.
Para orang tua menilai seluruh siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program pemerintah tanpa adanya perbedaan perlakuan. Mereka berharap pelaksanaan MBG benar-benar sejalan dengan nilai Pancasila sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sementara itu, sejumlah siswa mengaku kecewa karena merasa belum mendapat perhatian yang sama seperti siswa di sekolah lain yang telah menerima MBG. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan memastikan seluruh sekolah memperoleh hak yang sama.
“Kami ingin juga menerima makanan bergizi seperti teman-teman di sekolah lain,” ujar beberapa siswa dengan penuh harap.
Masyarakat kini meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun, pengelola program MBG, hingga pemerintah pusat agar memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme pendistribusian program tersebut. Selain itu, warga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh sehingga tidak ada lagi sekolah yang tertinggal.
Program yang bertujuan mulia ini diharapkan tidak menimbulkan kesenjangan di lapangan. Pemerintah diminta hadir memastikan seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali, merasakan manfaat nyata dari kebijakan negara.
Media mabestv.com akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan membuka ruang informasi demi terciptanya pemerintahan yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Penulis : P. Samosir
Editor : Redaksi














