Diduga Tak Merata, Program MBG di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Jadi Sorotan Warga dan Orang Tua Siswa

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, Sumatera Utara // mabestv.com Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kini menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun. Warga menilai pendistribusian program tersebut diduga belum berjalan merata dan masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Senin, 27/04/206

Keluhan muncul dari masyarakat Desa Sibaganding, khususnya para orang tua siswa dan pihak sekolah yang mempertanyakan mengapa masih ada sekolah yang hingga kini belum menerima manfaat program MBG, sementara sekolah lain disebut sudah mendapatkannya.

Berdasarkan hasil wawancara tim Jurnalis Mabestv.com  dengan warga, orang tua siswa, serta pihak sekolah, disebutkan bahwa SD Negeri 091470 Sibaganding diduga belum tersentuh program MBG sebagaimana sekolah lain di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, menurut masyarakat, program MBG merupakan bentuk perhatian negara terhadap tumbuh kembang generasi muda melalui pemenuhan gizi anak sekolah. Karena itu, jika benar ada sekolah yang belum menerima, maka hal tersebut dinilai perlu segera dijelaskan oleh pihak terkait.

“Sudah hampir satu tahun program ini berjalan, tetapi kenapa masih ada siswa yang belum menerima? Apa alasan sebenarnya?” ungkap salah seorang warga kepada tim media.

Baca Juga:  Juli E. Restu War Apresiasi Aksi Damai GMN-BERSATU, Serukan Persatuan Pemuda Nias Kawal Keadilan dan Pembangunan Daerah

Para orang tua menilai seluruh siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat program pemerintah tanpa adanya perbedaan perlakuan. Mereka berharap pelaksanaan MBG benar-benar sejalan dengan nilai Pancasila sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sementara itu, sejumlah siswa mengaku kecewa karena merasa belum mendapat perhatian yang sama seperti siswa di sekolah lain yang telah menerima MBG. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan memastikan seluruh sekolah memperoleh hak yang sama.

“Kami ingin juga menerima makanan bergizi seperti teman-teman di sekolah lain,” ujar beberapa siswa dengan penuh harap.

Masyarakat kini meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun, pengelola program MBG, hingga pemerintah pusat agar memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme pendistribusian program tersebut. Selain itu, warga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh sehingga tidak ada lagi sekolah yang tertinggal.

Program yang bertujuan mulia ini diharapkan tidak menimbulkan kesenjangan di lapangan. Pemerintah diminta hadir memastikan seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali, merasakan manfaat nyata dari kebijakan negara.

Media mabestv.com akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan membuka ruang informasi demi terciptanya pemerintahan yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

Penulis : P. Samosir

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 105 kali dibaca
Program MBG merupakan harapan besar masyarakat bagi masa depan anak-anak Indonesia. Namun jika distribusinya tidak merata, maka tujuan mulia program tersebut bisa tercoreng. Pemerintah diminta segera bertindak, mengevaluasi, dan memastikan seluruh siswa di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon menerima hak yang sama tanpa diskriminasi.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru