Simalungun, Sumatera Utara // mabestv.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kini menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun. Warga menilai pendistribusian program tersebut diduga belum berjalan merata dan masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Senin, 27/04/2026.
Keluhan mencuat dari masyarakat Desa Sibaganding, khususnya para orang tua siswa dan pihak sekolah yang mempertanyakan mengapa masih ada sekolah yang hingga kini belum menerima manfaat program MBG, sementara sekolah lain di wilayah yang sama disebut sudah mendapatkannya.
Berdasarkan hasil wawancara tim jurnalis Mabestv.com dengan warga, orang tua siswa, serta pihak sekolah, salah satu sekolah yang disebut belum tersentuh program tersebut adalah SD Negeri 095186 Tanjung Dolok, Desa Sibaganding, yang memiliki sekitar 60 orang siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga menyampaikan rasa kecewa mereka karena program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi anak sekolah itu seharusnya menyentuh seluruh siswa tanpa diskriminasi. Mereka berharap tidak ada perbedaan perlakuan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.
“Kalau memang ini program untuk anak-anak Indonesia, seharusnya semua sekolah mendapat perhatian yang sama. Jangan sampai ada yang menerima, ada pula yang menunggu tanpa kejelasan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat meminta pemerintah daerah, dinas terkait, hingga pihak pelaksana program segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi MBG di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Transparansi data penerima dan jadwal penyaluran dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Program MBG sejatinya diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas. Namun apabila pelaksanaannya tidak merata, maka tujuan besar program tersebut dikhawatirkan tidak akan tercapai secara maksimal.
Kini warga Desa Sibaganding menanti jawaban dan tindakan nyata dari pihak berwenang, agar puluhan siswa di SD Negeri 095186 Tanjung Dolok juga dapat merasakan hak yang sama seperti sekolah-sekolah lainnya.
Penulis : P. Samosir
Editor : Redaksi














