Tapanuli Utara // mabestv.com — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 sekaligus Dies Natalis GMNI Tapanuli Utara ke-23 dengan mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945”, Senin (23/3/2026), di Wisma Hotel Hineni.
Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan ajang konsolidasi ideologis dan penegasan peran strategis mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan bangsa berbasis nilai keadilan sosial.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Tapanuli Utara Sabungan Parapat, perwakilan Polres dan Kodim Tapanuli Utara, serta unsur pengurus pusat GMNI yang diwakili Frimus Nababan. Turut hadir Bendahara DPD GMNI Sumatera Utara, Sarinah Lydia Sihombing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Cabang GMNI Tapanuli Utara, Daniel Nababan, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis harus dimaknai sebagai ruang refleksi dan penguatan komitmen kebangsaan bagi seluruh kader.
“Tema gotong royong merupakan panggilan ideologis bagi kader GMNI untuk memperkuat solidaritas, baik di internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. GMNI harus hadir sebagai pelopor keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, sejalan dengan cita-cita Trisakti Bung Karno,” tegas Daniel.
Ia juga menekankan komitmen GMNI Tapanuli Utara untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui gerakan intelektual yang berpijak pada realitas sosial, serta aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis diisi dengan berbagai agenda, mulai dari penyampaian ucapan selamat hingga diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertema “Reaktualisasi Marhaenisme sebagai Corong Kemandirian Ekonomi dalam Trisakti Bung Karno.”
Diskusi tersebut menjadi ruang dialektika kader dalam merumuskan strategi penguatan ekonomi kerakyatan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Acara berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan solidaritas. Momentum ini diharapkan mampu mempererat hubungan antar kader serta memperkuat posisi GMNI sebagai agen perubahan yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan mengusung semangat gotong royong, GMNI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi.














