Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Dorong Penguatan Irigasi Hadapi Kemarau Ekstrem 2026

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taput // mabestv.com Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan langkah cepat dan proaktif dalam mengantisipasi ancaman musim kemarau ekstrem tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau yang dipimpin langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (20/04/2026).

Dalam agenda strategis nasional itu, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Viktor Siagian serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu. Rakornas tersebut mempertemukan kepala daerah se-Indonesia bersama jajaran pemerintah pusat guna menyusun langkah konkret menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi mengancam sektor pertanian tahun ini.

Bupati menegaskan, kehadiran Kabupaten Tapanuli Utara dalam forum tersebut sangat penting demi menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional, khususnya menjaga produksi pangan tetap stabil di tengah ancaman perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau,” tegas Bupati.

Baca Juga:  Kapolda Sumut Apresiasi Buruh dan Aparat, May Day 2026 Berlangsung Aman dan Dewasa

Tak hanya hadir secara seremonial, Bupati juga membawa usulan konkret kepada Kementerian Pertanian. Ia meminta dukungan pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi tersier sebagai solusi utama menjaga pasokan air ke lahan pertanian produktif.

Menurutnya, penguatan infrastruktur air menjadi kebutuhan mendesak. Jika tidak segera direspons, musim kemarau berpotensi menurunkan hasil panen dan melemahkan perekonomian petani. Karena itu, optimalisasi lahan serta penerapan teknologi pertanian adaptif harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem irigasi modern.

Dengan distribusi air yang merata dan stabil, petani di Tapanuli Utara diharapkan tetap mampu berproduksi meski curah hujan menurun drastis.

Keterlibatan aktif Pemkab Taput dalam Rakornas ini menjadi sinyal kuat bahwa daerah tidak ingin sekadar menunggu dampak kekeringan terjadi. Pemerintah daerah memilih bergerak lebih awal dengan menyiapkan skema antisipasi yang terukur demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani sepanjang musim kemarau 2026.

Penulis : Mariana sari br. Sinurat

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir
Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja
DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tegaskan Integritas serta Pelayanan Prima untuk Masyarakat
Seskab Teddy Bekali 1.600 Taruna Akmil, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Jiwa Pengabdian
Satgas PKH Perkuat Penertiban Kawasan Hutan, Menhan Sjafrie Pimpin Evaluasi Strategis Lintas Kementerian
HIMNI Tebo Matangkan Pelantikan Pengurus Baru, Siapkan Langkah Strategis Perkuat Organisasi dan Perjuangan Masyarakat Nias
Tim Kuasa Hukum Penuhi Panggilan UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Sumut, Dugaan Upah di Bawah UMK PT Laris Cargo Masuk Tahap Pemeriksaan.
Berita ini 31 kali dibaca
Langkah Bupati Tapanuli Utara menghadiri Rakornas Kementan sekaligus mengusulkan penguatan irigasi menunjukkan keseriusan daerah dalam melindungi sektor pertanian. Infrastruktur air kini menjadi kunci agar Taput tetap produktif, tangguh, dan tidak lumpuh menghadapi ancaman kemarau ekstrem.

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:54 WIB

GEMAPEDES Bentang Spanduk di Medan, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Narkoba yang Libatkan Dua Personel Polres Samosir

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:27 WIB

Bongkar Ladang Ganja di Agam, Tim Gabungan TNI Amankan Dua Bersaudara dan 26 Batang Tanaman Ganja

Selasa, 14 Juli 2026 - 03:20 WIB

DPC GMNI Medan Desak Pertamina dan Menteri ESDM Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM di Sumut

Senin, 13 Juli 2026 - 14:51 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tegaskan Integritas serta Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026 - 11:39 WIB

Seskab Teddy Bekali 1.600 Taruna Akmil, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Jiwa Pengabdian

Berita Terbaru